RADAR BOGOR - Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik (DKaSRA) IPB University Bogor, mendorong para Dokter agar memiliki jiwa enterpreneurship untuk mendukung pengembangan kemampuan kognitif yang bagi profesi dokter.
Sebab, Direktur DKaSRA IPB University, Anuraga Jayanegara menuturkan, saat ini, sektor kesehatan global tengah mengalami transformasi besar-besaran di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat.
Sehingga, di Indonesia, kebutuhan akan solusi kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan terjangkau mendorong munculnya technopreneurship sebagai pilar penting dalam menjawab tantangan yang ada.
Anuraga menjelaskan, technopreneurship, sendiri merupakan perpaduan antara teknologi dan kewirausahaan, dan telah membuka peluang baru bagi para inovator untuk mengembangkan produk dan layanan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Untuk memantapkan gagasan mengenai pentingnya jiwa enterpreneurship bagi para dokter, DKaSRA IPB University menggelar diskusi, Selasa (20/8/2024).
Diskusi yang diselenggarakan oleh DKaSRA IPB University, itu bertajuk Masa Depan Technosociopreneurship di Bidang Kesehatan, melalui zoom meeting.
Adapun dalam forum diakusi tersebut membahas tantangan dan peluang technosociopreneurship dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
“Acara ini diharapkan dapat menjadi forum diskusi yang produktif serta membuka jalan bagi terciptanya inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Anuraga kepada Radar Bogor.
Melalui forum diskusi tersebut, menghasilkan satu kesimpulan, bahwa entrepreneurship bukanlah sesuatu yang terikat pada genetik tetali setiap orang memiliki potensi untuk berpikir analitis.
“Para narasumber sepakat bahwa inovasi teknologi yang dipadukan dengan semangat kewirausahaan sosial akan menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan di sektor kesehatan, mulai dari aksesibilitas hingga efektivitas layanan,” ungkap Anuraga. (Cr2)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim