RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan sebanyak 5.645 paket sembako pada Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kabupaten Bogor.
Paket OPADI Pemprov Jawa Barat di Bogor ini, berisi kebutuhan pangan pokok ini, dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga lebih murah sebesar 35 persen dari harga pasar.
Koordinator OPADI Jawa Barat, Dedi Hermadi mengatakan, bahwa program ini bertujuan menekan laju inflasi jelang Natal dan Tahun Baru 2025, di Bogor.
"Jelang Nataru biasanya harga kebutuhan pokok meningkat, sehingga sebelum itu terjadi, kita lakukan mekanisme atau skema subsidi kepada masyarakat melalui kegiatan operasi pasar bersubsidi," ucapnya dalam OPADI di halaman kantor Kecamatan Caringin, Jum'at (6/12).
Menurut Dedi, Pemprov Jabar melaksanakan OPADI sebanyak 4 kali dalam setahun yakni pada jelang Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Nataru dan dalam kondisi tertentu seperti terjadinya inflasi yang cukup tinggi.
Pada OPADI jelang Nataru ini, dilaksanakan di 10 kota dan kabupaten di Jawa Barat yang salah satunya di Kabupaten Bogor.
"Bogor ini jumlahnya 5645 paket, kemudian di Kecamatan Caringin sekitar 1411 paket, ini skema subsidi, mirip seperti diskon," katanya.
Pemerintah memberikan diskon sebesar 35 persen bagi masyarakat yang akan membeli paket OPADI berisi beras, minyak, dan gula dengan harga Rp 147.700 menjadi Rp 102.000.
"Ini mudah-mudahan membantu untuk menghadapi Nataru, kondisi harga akan lebih stabil, karena masyarakat nantinya tidak akan berebutan untuk belanja, semua kebutuhan untuk 2 - 3 minggu ke depan masih terpenuhi dengan paket OPADI ini," tutur Dedi.
Baca Juga: Sukseskan Program Kementan, Polbangtan Kawal Swasembada Pangan di Bungo
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyatakan bahwa OPADI ini merupakan bentuk ikhtiar pemerintah dalam menjaga inflasi jelang Nataru.
Pemkab Bogor sendiri telah melakukan sejumlah upaya pengendalian inflasi seperti Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan secara kolaborasi bersama sejumlah perangkat daerah, Bulog, Kadin dan lainnya.
"Ini bukti bahwa kami Pemkab Bogor hadir untuk masyarakat, bahkan kemarin kita sudah launching Saung Inflasi isinya toko tani jadi lebih murah harganya. Karena pangan dari petani langsung ada sayur, buah-buahan juga pupuk," pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga