Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Polbangtan Kementan Bersinergi dengan TPAKD dan CSR Daerah untuk Meningkatkan Sektor Pertanian

Yosep Awaludin • Selasa, 10 Desember 2024 | 11:43 WIB
Event mingguan MAF yang diadakan Polbangtan Menentan pada Rabu 4 Desember 2024.
Event mingguan MAF yang diadakan Polbangtan Menentan pada Rabu 4 Desember 2024.

RADAR BOGOR—Berbagai pihak telah bekerja sama untuk mendukung permodalan dan pengembangan sektor pertanian dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani muda.

Forum Pertanian Milenial (MAF), bekerja sama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bogor dan beberapa perusahaan melalui CSR lokal, terus menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas pangan dan memperkuat sektor pertanian yang melibatkan petani muda.

Tujuan MAF adalah untuk memperkenalkan dan mengembangkan sektor pertanian dengan melibatkan generasi muda dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan pangan.

Event mingguan ini, yang berlangsung pada Rabu (4/12/2024), menampilkan kerja sama antara pemerintah dan bisnis swasta.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, SDM pertanian harus memiliki kualitas yang baik karena mereka bertanggung jawab atas pembangunan sektor tersebut.

Di sisi lain, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa regenerasi petani sangat penting untuk menjaga produksi dan ketahanan pangan.

Untuk memotivasi petani muda untuk terus memproses produksi pertanian, masalah apa pun yang dihadapi harus diatasi dan diselesaikan.

Menurut Dede Sopyandi, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Bogor, ada banyak inisiatif yang mendukung visi dan misi Kabupaten Bogor untuk membangun pertanian modern dan berkeadaban.

Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan petani muda Kabupaten Bogor, prioritas utama adalah program penyuluhan dan demonstrasi teknologi inovatif, serta distribusi informasi di tingkat kecamatan.

Kemitraan dengan bank seperti Bank Mandiri, Bank BRI, dan perusahaan seperti PT. Tiga Landak, PT. Mahkota Manggis, dan Pustaka Kementan membantu petani muda mendapatkan alat dan sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama untuk produk yang memiliki nilai strategis untuk ketahanan pangan.

Pengembangan komoditas unggulan dan inovasi pertanian organik di BPP Wilayah V, yang mencakup Kecamatan Tenjolaya.

Beberapa inisiatif penting yang telah dilaksanakan termasuk fotosintesis bakteri POC (Pupuk Organik Cair), POC Booster untuk padi, dan penciptaan bahan hayati seperti Trichoderma dan Phanenibasillus untuk memerangi penyakit dan hama.

Perwakilan Bank BJB Sonny Eko Hendarto juga menekankan betapa pentingnya bagi petani muda untuk memiliki akses ke permodalan.

Untuk mendukung sektor pertanian, Bank BJB menyediakan berbagai produk dan layanan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang dapat digunakan oleh petani untuk memperluas usaha mereka.

Pembiayaan melalui program KUR memberikan bunga rendah tahunan sebesar 6%, dengan tenor hingga lima tahun, dan berbagai kemudahan administrasi.

Selain itu, Bank BJB membantu petani dengan pelatihan dan pendampingan, yang membuat akses keuangan lebih mudah dan efisien.

Menurut Koordinator TPAKD Kabupaten Bogor, Wahyu Hendra, TPAKD bekerja sama dengan berbagai lembaga dan pihak berwenang untuk mempercepat akses keuangan dan meningkatkan kapasitas petani.

Pengembangan kelembagaan petani di tingkat desa dan kecamatan, penyediaan fasilitas dan alat penyuluhan pertanian, dan pembentukan kelembagaan ekonomi petani adalah semua bagian dari program kerja TPAKD.

Salah satu cara untuk memperkuat sektor pertanian Kabupaten Bogor adalah dengan menyebarkan informasi teknis dan inovasi pertanian.

Diharapkan sektor pertanian Indonesia, khususnya petani muda, dapat terus berkembang dan memperkuat ketahanan pangan dengan berbagai dukungan dari pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#milenial #polbangtan #pertanian