RADAR BOGOR - Yayasan Silih Asih di Kampung Sirnagalih, Desa dan Kecamatan Megamendung menjadi salah satu dari 4 lembaga kesejahteraan sosial (LKS) atau panti rehabilitasi yang aktif di Kabupaten Bogor.
Panti rehabilitasi swasta yang menampung pasien disabilitas mental atau ODGJ itu, harus memberikan pelayanan kesehatan terbaik di Bogor, meski acapkali terkendala biaya operasional.
Pemilik Yayasan Silih Asih Megamendung Nani Rohaeni mengatakan, bahwa biaya operasional menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan panti rehabilitasi Bogor, yang berisikan pasien ODGJ.
"Kalau bicara masalah itu banyak ya, seperti kami tidak punya beras, belum bayar listrik dan lain sebagainya. Namun itu seninya membangun panti," ucapnya kepada Radar Bogor, Kamis (12/12).
Saat ini, kata Nani, pihaknya memiliki sebanyak 16 klien dengan usia termuda yakni 20 tahun.
Dari belasan kliennya, hanya sebagian yang berbayar. Sementara ada yang membayar hanya untuk keperluan makan, bahkan ada yang tidak berbayar sama sekali.
"Karena yayasan kami juga sering menerima klien dari luar, ketika dikirim ke sini, tidak diiringi dengan biaya hidup klien. Sehingga kami lakukan subsidi silang di antara klien," tutur Nani.
Wakil Ketua LK2S (Lembaga Koordinator Kesejahteraan Sosial) di Kabupaten Bogor itu pun mengaku telah mengabdikan hidupnya untuk mengurus pasien ODGJ.
Bahkan saat ini Nani tinggal satu lingkungan dengan pasien lantaran rumahnya yang dijadikan bangunan panti rehabilitasi.
"Sudah 11 tahun saya bangun panti ini, bersama keluarga dan 4 orang yang membantu. Ketika ini saya hibahkan untuk panti, saya juga berharap punya rumah panggung kecil khas Sunda," kata Nani berseloroh.
Selama ini, Nani tidak menampik bahwa pihaknya sering mendapat bantuan baik dari pemerintah, anggota dewan, maupun perusahaan. Bantuan berupa makanan yang memang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Namun yang paling utama, apa yang dia lakukan ini dapat membangun kesadaran kepada masyarakat bahwa ODGJ dan penyandang disabilitas lainnya memiliki hak yang sama untuk hidup.
"Baik dari Dinas Sosial, dan pemerintahan selanjutnya ke depan lebih memperhatikan keberlangsungan hidup para klien di panti-panti yang ada," tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga