RADAR BOGOR - Liquefied Petroleum Gas atau biasa disebut gas elpiji, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat termasuk di Kabupaten Bogor.
Saat ini, mayoritas rumah tangga di Kabupaten Bogor memakai kompor gas berbahan bakar elpiji.
Sebab, siapa pun dapat dengan gampang mengoperasikan dan mengatur api.
Nah, tingkat panas api pun bisa diatur berdasarkan kebutuhan.
Sehingga, proses memasak jadi lebih cepat sebab api menyala dengan cepat dan panasnya merata.
Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat bahwa menurut hasil Susenas 2023, sebagian besar rumah tangga di Kabupaten Bogor menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar utamanya dengan persentase 96,09 persen.
Sedangkan, yang menggunakan kayu dan lainnya sebagai bahan bakar utamanya sebesar 3,91 persen.
Menurut BPS Kabupaten Bogor, indikator lain yang dapat digunakan untuk menilai kualitas perumahan yang baik adalah sumber air utama yang digunakan untuk cuci, mandi, dan lain-lain.
Data hasil Susenas 2023 menunjukkan, sebesar 27,26 persen rumah tangga menggunakan sumber air yang berasal dari bor atau pompa.
Sementara itu sebesar 26,43 persen menggunakan sumber air yang berasal dari sumur terlindung/tidak terlindung untuk keperluan mandi, cuci, dan lain-lain.
Sedangkan, rumah tangga yang menggunakan sumber air utama dari mata air terlindung/tidak terlindung sebesar 9,87 persen dan lainnya sebesar 36,44 persen. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim