Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Polbangtan Kementan Mengembangkan Contract Farming untuk Memaksimalkan Pertanian Modern

Yosep Awaludin • Jumat, 27 Desember 2024 | 13:28 WIB

Polbangtan Bogor sukses kumpulkan petani muda diskusi di MAF
Polbangtan Bogor sukses kumpulkan petani muda diskusi di MAF


RADAR BOGOR — Millennial Agriculture Forum Polbangtan Bogor berhasil mengadakan diskusi interaktif bertema "Contract Farming, Modern Unit Bisnis Pertanian" untuk mendukung kemajuan pertanian kontemporer Sabtu (21/12/2024). 

Untuk membahas cara meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui pendekatan agribisnis terkini, acara ini melibatkan koperasi, pelaku agribisnis, dan pendamping pertanian kontemporer.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, konsep pertanian modern hanya dapat diterapkan secara optimal jika ada kolaborasi antara petani, koperasi, penyuluh, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam presentasinya, ia mengatakan bahwa koperasi mampu mengirimkan gabah dari kelompok tani di seluruh kecamatan Petani ke Rice Milling Unit (RMU), yang dapat mengolah hingga 10 ton gabah per hari.

Taryono menjelaskan bahwa dari setiap 100 kg gabah kering, dihasilkan 63–65 kg beras premium yang dipasarkan ke wilayah Cianjur, Bogor, dan Karawang.

Untuk membuat 10 ton beras, biaya penggilingan dan transportasi akan mencapai Rp2.500.000, dan tenaga kerja lima orang akan membutuhkan Rp2.500.000. Harga beras medium saat ini berkisar antara Rp11.500 dan Rp12.000 per kg.

Standar pertanian modern yang mengedepankan kepastian, teknologi pertanian 4.0, dan peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator adalah kunci keberhasilannya.

Terakhir, Nuralisa Ratna Dewi, alumni Polbangtan Bogor, memberikan penjelasan tentang Tujuan dan Operasionalisasi Pertanian Modern.

Pendamping Pertanian Modern Indramayu ini berbicara tentang tema "Tujuan dan Operasionalisasi Unit Bisnis pada Pertanian Modern."

"Kolaborasi petani, koperasi, dan penyedia alsintan mampu meningkatkan efektivitas operasional dan pendapatan koperasi," katanya.

Diskusi ini menjadi momentum penting untuk membuat semua pihak bekerja sama untuk membuat pertanian modern, efisien, dan berorientasi pasar.

Pendekatan agribisnis yang sistematis diharapkan dapat meningkatkan stabilitas pangan, kesejahteraan petani, dan pengendalian inflasi secara berkelanjutan di wilayah tersebut. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Polbangtan Bogor #pertanian #diskusi