RADAR BOGOR - Maraknya aksi tawuran yang dilakukan oleh segerombolan anak remaja di Kabupaten Bogor semakin meluas. Bahkan aksi itu dijadikan konten dan diposting di sosial media.
Seperti baru-baru ini, segerombolan remaja diduga akan melakukan aksi tawuran di Jalan Bambu Kuning, Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor Erwin Suriana mengungkapkan rasa keprihatinannya dengan tren anak muda saat ini tawuran terbuka yang dijadikan konten.
Erwin mengatakan, konten tawuran remaja tersebut bisa terjadi juga dikarenakan perkembangan teknologi informasi yang didalamnya terdapat media sosial.
"Tentu mereka ketika membuat konten-konten seperti itu awalnya mungkin iseng, tapi dari sisi sosiologinya ada hal-hal lumrah bagi mereka generasi muda sekarang ini," kata Erwin. Jumat (10/01/2025).
Kata dia, remaja saat ini melakukan aksi tawuran itu pada akhirnya dijadikan sebuah budaya turun menurun ke setiap generasi muda yang akan datang.
"Kenapa dijadikan budaya? karena turun temurun, ketika mereka melihat aksi-aksi serupa di media sosial, yang akhirnya mereka ikutan," jelas dia.
Erwin juga sempat menyinggung soal lingkungan pendidikan. Meski, kata dia, saat ini dalam dunia pendidikan tidak ada ospek, masih terdapat rivalitas antar senior dan junior.
"Itu masih terjadi dibeberapa lembaga pendidikan, dan ironisnya itu mereka ikuti," imbuh dia.
Erwin mengakui bahwa, untuk menghilangkan budaya tawuran tersebut memang sulit, apalagi trend saat ini banyak remaja yang melakukannya dengan bangga tanpa berfikir panjang.
Bahkan, kata dia, remaja itu juga dengan secara sadar membuat perlengkapan senjata tajam hingga ukuran besar dengan maksud dipergunakan untuk tawuran.
Begitupun, kata dia, bagi pelaku sendiri ketika ditangkap setelah tawuran, tidak dijadikan sebagai penyesalan oleh mereka meski melanggar hukum, tetapi dijadikan sebuah pencapaian target.
"Seumpamanya ada korban tewas, bagi mereka bukan prihatin, kadang yang berfikir target mereka sudah tercapai, jadi muncul sebagai jiwa pembunuh dan akhirnya mereka lupa akan aturan hukum yang ada," papar dia.
Karena itu, kata Erwin, dalam mencegah maraknya aksi kriminalitas tawuran yang dilakukan remaja saat ini butuh pihak-pihak terkait baik keamanan maupun pendidikan. (rp2)
Editor : Yosep Awaludin