Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita di Balik Angkot Plat Hitam yang Jadi Andalan Warga di Pelosok Barat Kabupaten Bogor

Arif Al Fajar • Minggu, 19 Januari 2025 | 10:07 WIB
Angkot plat hitam saat menunggu penumpang di Jalan Raya Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Angkot plat hitam saat menunggu penumpang di Jalan Raya Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Keberadan angkutan kota atau angkot plat hitam menjadi andalan masyarakat yang ada di pelosok barat Kabupaten Bogor. Angkot-angkot ini dinilai membantu akomodasi masyarakat di sana.

Reni salah satunya. Angkot plat hitam menjadi alat transportasi yang sering ia gunakan. Terlebih saat belanja ke Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Keberadaan angkot tersebut kata dia menjadi andalan bagi dirinya.

"Saya gak bisa bawa motor, jadi ngebantu sekali sih angkot plat hitam ini," katanya kepada Radar Bogor Minggu (19/1/2025).

Senada dikatakan oleh Ajeng warga Desa Hambaro, Kecamatan Nangung, Kabupaten Bogor. Ia mengaku hampir setiap hari mengunakan angkot plat hitam untuk dijadikan alat transportasi.

Bahkan sudah puluhan tahun Ajeng menjadi penumpang angkot plat hitam. Sejak dirinya masih sekolah hingga kini menjadi ibu rumah tangga.

"Dari dulu. Karena kalau ke sini gak ada transportasi lain kecuali angkot ini," katanya kepada Radar Bogor.

Ajeng mengaku terbantu dengan adanya angkot tersebut. Apalagi saat belanja kebutuhan ke Pasar Leuwiliang. Dengan banyaknya barang bawaan, mengunakan angkot plat hitam dianggapnya lebih praktis.

"Kalau belanja bawaannya banyak, makanya lebih enak pakai angkot," tuturnya.

Sementara itu untuk angkot plat hitam, memiliki rute ke pelosok desa. Di antaranya Desa Kalong Liud, Hambaro, Bantarkaret, Kecamatan Nanggung. Juga ada yang ke Desa Purasari dan Puraseda Kecamatan Leuwiliang.

Angkot ini biasa mangkal di sekitaran SPBU Leuwiliang. Uniknya mengunakan kendaran Suzuki Carry. Ada yang sudah dimodifikasi seperti angkot pada umumnya. Memiliki kursi penumpang menyamping.

Ada juga yang mempertahankan kursi mobil bawaan pabrik. Untuk kondisi angkot sendiri terlihat lebih terawat.

Dede salah satu sopir angkot plat hitam mengaku, peminat atau penumpangnya masih tinggi. Sehingga ia masih bertahan menjadi sopir angkot plat hitam. Ia mengaku tak perlu berebut untuk mendapatkan penumpang.

"Penumpang pasti ada terus sih, apalagi ini jalur ke pedesaan dan memang gak ada angkot yang ke jalur sana. Jadi kalau penumpang ada terus kalau hari biasa banyaknya anak sekolah," tukasnya. (all)

Editor : Eka Rahmawati
#pelosok #barat #angkot plat hitam #kabupaten bogor