Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Hanya Sekedar Hura-hura, Pengurus Majelis Khonghucu Indonesia Bogor Ungkap Makna Perayaan Imlek

Abilly Muhamad • Senin, 27 Januari 2025 | 13:19 WIB
Suasana jelang perayaan Imlek di Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Cibinong, Kong Miao Litang Agung.
Suasana jelang perayaan Imlek di Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Cibinong, Kong Miao Litang Agung.

RADAR BOGOR - Perayaan Tahun Baru Imlek sering kali diartikan sebagai perayaan hura-hura juga menebar kebaikan hingga pertunjukan barongsai bagi masyarakat umum.

Namun selain itu, terdapat arti lain dari Tahun Baru Imlek bagi masyarakat kepercayaan Khonghucu sebagai refleksi rasa syukur terhadap tuhan yang maha besar.

Pengurus Majelis Khonghucu Indonesia (Makin) Cibinong, Bobby menjelaskan, perayaan tahun baru Imlek bukan hanya sekedar hura-hura, tetapi juga momentum refleksi dan harapan baru bagi masyarakat Tionghoa.

"Imlek itu mengenang kita mengingat kepada leluhur, kita menghormati leluhur, memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur tentunya terhadap tuhan yang maha besar atas apa yang telah yang khalik limpahkan kepada manusia, sehingga pada perayaan hari imlek kita diberikan keberkahan," kata Bobby Senin (27/01/2025).

Selain itu, Bobby menyinggung bahwa, perayaan Imlek bukan hanya sekedar kegembiraan barongsai yang ditunjukan kepada khalayak umum, tetapi terdapat ritual-ritual bagi umat beragama khonghucu.

"Kita merefleksikan bahwa Imlek itu adalah hari besar bagi kami untuk kita bersama - bersama merefleksikan kebersamaan sesama umat pada hari raya persaudaraan itu tadi. Diawali dari ibadah persembahyangan hari persaudaraan," jelas dia.

Lalu masuk kepada perayaan Imlek, pada hari persaudaraan itu berbagi kepada masyarakat lingkungan sekitar dan juga kepada mereka umat yang dalam perayaan Imlek ini kurang beruntung. "Barangkali kita bisa berbagi, untuk bersama-sama merayakan hari raya Imlek," ujar dia.

Selanjutnya, masuk kepada hari raya Imlek pada malam 01 berarti tanggal 30 bulan 12 penanggalan Imlek, malam itu sembahyang bersyukur menyambut tahun yang baru.

"Masuk kepada hari raya tanggal 01, kita ada ibadah syukur memuji kebesaran tuhan lalu masuk kepada ritual berikutnya persembahyangan kepada tuhan yang besar itu tanggal 09 bulan 01 penanggalan Imlek. Dimana kita memuji syukur atas berkah dan kita memohon berkah untuk tahun yang baru untuk semua umat," papar dia.

Kemudian, terakhir ditutup dengan sembahyang besar kepada tuhan dan pada alam, bersembahyang bersyukur kepada tuhan dan alam pada 15 bulan 01 imlek atau yang biasa disebut Cap Go Meh.

"Bagi umat Konghucu Cap Go meh itu bukan sekedar gotong-gotong barongsai, tapi juga ini adalah ibadah besar syukur kepada tuhan yang kuasa bahwa tahun baru Imlek ini tahun ular semoga keberkahan tuhan itu akan senantiasa merahmati, bukan saja kepada warga tionghoa tentunya kepada seluruh umat manusia," terangnya.

Hal itu, kata Bobby yang dianggap sebagai persiapan menyambut Imlek, bukan hanya sekedar hura-hura atau bagi-bagi angpao, pertunjukan barongsai.

"Tapi ada makna-makna yang tersirat dimana kita memuji kebesaran tuhan kita berbagai kepada sesama kita memberikan kasih kepada sesama," pungkasnya. (rp2)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #imlek #khonghucu