RADAR BOGOR - Diasuh nenek yang tidak sanggup membeli susu formula, Kabupaten Bogor kembali mendapat laporan kasus bayi kekurangan gizi.
MFA, seorang bayi kekurangan gizi di Bogor itu harus diurus neneknya, lantaran ibunya telah meninggal dunia.
Kasus bayi kekurangan gizi di Bogor yang tidak meminum susu formula itu dibeberkan sang nenek, Salimah, Senin (27/1/2025) siang.
Secara kasat mata, MFA terlihat seperti bayi pada umumnya. Namun, dibalik itu semua, MFA mengidap Flek paru-paru. Juga kekurangan gizi. Berat badanya sulit naik. Tidak sesuai dengan usianya.
"Berat badan gak sesuai, saat ke posyandu disebut kekurangan gizi," tuturnya.
Untuk asupan gizi MFA, Salimah mengaku kesulitan. Terlebih kebutuhan susu formula.
Kakeknya hanya berjualan pempek keliling di Jakarta. Jika sedang ada rezeki lebih, ia bisa memberikan cucunya itu susu formula. Namun tidak jarang, ia terpaksa memberikan cucunya itu air rebusan beras atau air tajin.
"Kadang susu habis, tidak ada uang lagi, terpaksa dikasih air tajin," tuturnya.
Selama ini, belum ada bantuan dari pemerintah desa, maupun kecamatan atau pemerintah Kabupaten Bogor.
Saat pemeriksaan posyandu, ia hanya diberitahu cucunya tersebut kekurangan gizi lantaran berat badan tidak kunjung naik.
"Hanya bilang berat badan gak naik, terus ditanya pakai susu apa, sudah gak dikasih tau harus bagaimana," ujarnya.
Iapun belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos).
"Belum pernah dapat bansos," akunya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga