RADAR BOGOR - Pj Bupati Bogor Bachril Bakri melakukan kunjungan langsung ke Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri.
Menurutnya, Kampung Ramah Lingkungan adalah program penanganan sampah berbasis Rukun Warga (RW) yang menggabungkan metode Mengurangi, Menggunakan, Membuang (3R).
Untuk diketahui, Kampung Ramah Lingkungan adalah salah satu program yang mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup secara sistematis dan berkelanjutan.
Pada kunjungan tersebut, Pj Bupati Bogor menyerahkan bantuan kepada KRL se-Desa Tlajung Udik melalui Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bogor.
Menurut Bachril Bakri, program KRL adalah upaya yang sangat baik untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, Pemkab Bogor sangat mendukung program yang berbasis masyarakat ini.
Bachril menyatakan bahwa Kampung Ramah Lingkungan juga merupakan program penanganan sampah yang terintegrasi berbasis Rukun Warga (RW) dengan metode Reduce, Reuse, Recycle (3R). "Ini luar biasa, kita bisa membuat konsep penanganan sampah di tingkat RW," tutur Bachril.
Bachril, atas nama Pemkab Bogor, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen dan partisipasi aktif warga serta seluruh pihak terkait dalam mewujudkan Kampung Ramah Lingkungan di Kabupaten Bogor.
Bachril menyatakan bahwa program KRL diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, serta mampu mencegah (mitigasi) dan mengantisipasi (adaptasi) dampak perubahan iklim lingkungan.
Bachril menambahkan bahwa ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk mendorong kemandirian negara melalui ekonomi hijau—sistem ekonomi yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Yusuf Ibrahim, Kepala Desa Tlajung Udik, mengatakan ada 16 Kampung Ramah Lingkungan di wilayahnya, dengan 11 di antaranya sudah aktif dan 5 lainnya masih dalam proses evaluasi. Jika mereka selesai, akan dikeluarkan SK.
"Dengan semangat kita menjalankan program KRL, semoga desa ini semakin menjadi desa yang masyarakatnya semakin mencintai pelestarian lingkungan dan menjadi contoh bagi desa lain," katanya. (***)
Editor : Yosep Awaludin