RADAR BOGOR - Kasus kerusakan hingga banyaknya korban jiwa di Jalan Parungpanjang, Kabupaten Bogor karena banyaknya truk tambang yang melintas menjadi perhatian banyak pihak.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro saat berdialog dengan Gubernur Jabar (Jawa Barat) terpilih Dedi Mulyadi menjelaskan, pihaknya ke depan meminta bantuan pemprov Jabar untuk mengatasi masalah jalan di Parungpanjang.
"Selama menjadi kapolres Bogor kurang lebih hampir 1 tahun 8 bulan, kasus kecelakaan yang diakibatkan baik itu lalainya si pengemudi, dari kontur jalan yang kurang memadai, jalan rusak dan sebagainya itu menimbulkan korban jiwa," ungkap Rio.
Dedi Mulyadi bertanya kepada Kapolres, mengenai jalan di Parungpanjang yang paling banyak digunakan untuk kepentingan penambang.
"Selama ini, penambang menggunakan jalan warga, jalan provinsi dan sudah berapa korban di situ pak?," tanya Dedi Mulyadi.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro menjawab, selama dua tahun terakhir tercatat sudah 100 lebih orang meninggal di Jalan Parungpanjang.
Dedi Mulyadi menegaskan, 100 orang lebih meninggal di Parungpanjang ini akibat lambannya provinsi membangun jalan tambang sehingga terjadi kecelakaan.
"Nah kecelakaan sampai meninggal 100 orang itu gimana pak (Kapolres)?," ungkap Dedi Mulyadi.
"Jadi kurang lebih itu hampir 2 tahun, data kami itu karena kontur jalan, jumlah muatan, kemudian jalan rusak, penerangan jalan umum yang kurang memadai dan sempitnya jalanan," tutur Kapolres Bogor.
Selain itu, kata Kapolres, kendaraan tambang yang melintas juga menimbulkan berbagai penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Kapolres Bogor mengungkapkan, masalah yang terjadi tersebut membutuhkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar terutama dari dari sisi jalan.
"Kami (Pemprov) sudah oke, siap tahun 2026, sebab kalau tahun sekarang kan terlalu mepet," jawab Dedi Mulyadi saat dialog.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi menjelaskan, tahun 2026 pihaknya sudah siap membangun total yang penting tanahnya karena jalan ingin diperlebar untuk Jalan Tambang.
"Jadi, kita akan bangun Jalan Tambang khusus. Antara jalan yang digunakan mobil dengan Jalan Tambang khusus beda," tegasnya.
Wakil Bupati Bogor terpilih, Ade Ruhandi menambahkan, jalan milik provinsi yang dipergunakan mobil tambang saat ini adalah jalur dari Cigudeg sampai Parungpanjang.
"Nah jalur tambangnya itu ada di sebelah kiri, ini nanti akan dibuat dari jalur dari Kecamatan Cigudeg Desa Rengasjajar sampai ke Rumpin, artinya berbeda dengan jalan yang sekarang di sini," tutur pria yang biasa disapa Jaro Ade itu. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim