RADAR BOGOR-Suryadi menepikan kendaraannya tak jauh dari Simpang Salabenda Bogor untuk memeriksa ban depan motornya. Juga bagian belakang.
Siang itu, motor yang ia kendarai baru saja menghantam lubang di Jalan Raya Salabenda, tepatnya di Desa Parakan jaya, sebelum lampu merah dari arah Rancabungur menuju Jalan Raya Kemang.
"Tadi hantam lubang, posisi di belakang mobil, gak kelihatan. Ini cek motor, agak oleng soalnya pas dibawa jalan," kata warga Rancabungur itu usai menabrak lubang di Simpang Salabenda saat ditemui Radar Bogor Senin (10/2/2025).
Setelah di cek, kondisi ban depan terlihat benjol. Velk belakang sedikit bengkok. Setelah di cek Iapun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. "Velg belakang kena ini (peang) ban depan agak benjol," tuturnya.
Kejadian serupa juga dialami sejumlah pengendara motor lainnya. Pantauan Radar Bogor dalam 10 menit sedikitnya ada tiga motor yang menghantam lubang di jalan tersebut. Ketiga motor itu oleng dan nyaris terjatuh.
Sementara itu untuk lubang sendiri, ada dua. Jaraknya berdekatan. Ukuran lubang yang pertama dalamnya sekitar 10 sentimeter dengan lebar sekitar 30 sentimeter.
Adapun lubang kedua, berjarak satu meter dari lubang pertama. Ukurannya lebih beser. Sekitar 50 sentimeter dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter.
"Kebanyakan yang celaka itu pemotor. Dua hari lalu sampai ada yang jatuh, ibu sama anaknya di motor," kata Irwan salah satu penjual kopi di bilangan Jalan Raya Salabenda itu.
Ia mengatakan, kecelakaan akibat menghantam lubang itu dikarenakan banyak pengendara yang kurang konsentrasi. Mengingat kondisi jalan cenderung mulus. Sehingga banyak pengendara mengira jalan bagus.
"Tahu-tahu ada lubang dan gagal menghindar. Yang sering jatuh itu yang coba menghindar, tapi ada lubang kain berdekatan dan motor akhirnya oleng tabrak lubang kedua," tukasnya.(all)
Editor : Yosep Awaludin