RADAR BOGOR - Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 3, Slamet Mulyadi mendesak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA bertanggungjawab atas dampak yang ditimbulkan ke warga akibat pembangunan Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi, Megamendung.
Bahkan, kata dia, bila perlu, kegiatan pembangunan jembatan kaca di Bendungan Sukamahi Bogor tersebut dihentikan PT WIKA, hingga mencapai kesepakatan ganti rugi yang dialami warga.
"Seharusnya, apa pun kegiatan dan bangunan yang didirikan oleh perusahaan nasional, seperti pembangunan jembatan kaca Bendungan Sukamahi Bogor oleh PT WIKA, tetap harus mengutamakan kenyamanan dan keamanan lingkungan. Terutama untuk kepentingan kehidupan masyarakat sekitar," tegas Slamet Mulyadi, Senin (10/2).
Menurutnya, pembangunan pada prinsipnya adalah untuk kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Maka jangan sampai pembangunan malah merusak alam, apalagi lingkungan seperti rumah warga.
Untuk itu, Slamet Mulyadi mendesak PT WIKA bertanggungjawab dengan memberikan pergantian atas kerusakan rumah yang dialami warga akibat pembangunan jembatan kaca tersebut.
"Bila perlu kegiatan dihentikan sampai ada musyawarah dan kesepakatan akibat kegiatan yang dilakukan oleh pihak WIKA," desak politisi PDIP itu.
Sementara itu, Kepala Desa Sukakarya, Megamendung, Hasan Sukandi menyebut bahwa ada sebanyak 35 rumah di desanya yang terdampak pembangunan jembatan kaca Bendungan Sukamahi.
Kebanyakan, rumah warga mengalami kerusakan retak-retak pada bagian tembok. Sementara lainnya mengalami gangguan suara bising akibat kegiatan proyek tersebut.
"Kami sudah melaporkan ke kecamatan dan ditembuskan ke pihak bendungan," tandasnya.
Untuk diinformasikan, PT WIKA telah menandatangani kontrak proyek pembangunan dan pengawasan jembatan kaca Bendungan Sukamahi senilai Rp 185 miliar dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Ada pun jembatan kaca tersebut dicanangkan memiliki panjang 275 meter dan rampung pembangunannya pada Desember 2025.
Digadang-gadang, jembatan kaca Bendungan Sukamahi akan menjadi jembatan kaca terbesar di Indonesia dan diharapkan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Bendungan Sukamahi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga