Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Dua Desa di Ciampea Bogor Kena Prank Kontraktor Proyek Betonisasi Jalan, Ini Penyebabnya

Yosep Awaludin • Selasa, 11 Februari 2025 | 08:50 WIB
Jalan kabupaten penghubung Desa Bojong Jengkol dan Cinangka Kecamatan Ciampea masih kedapatan rusak parah dan berlubang.
Jalan kabupaten penghubung Desa Bojong Jengkol dan Cinangka Kecamatan Ciampea masih kedapatan rusak parah dan berlubang.

RADAR BOGOR - Warga dua desa di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor yakni Bojong Jengkol dan Cinangka, mengaku kena 'prank' UPT PUPR maupun kontraktor pelaksananya.

Pasalnya, pembangunan betonisasi jalan yang dilaksanakan jelang akhir 2024 lalu itu, diharapkan warga panjangnya bisa mencapai radius yang diinginkan, yakni mulai dari depan kantor Desa Bojong Jengkol hingga pertigaan Desa Cinangka Ciampea. Tapi nyatanya, panjang betonisasi ditaksir kurang dari 500 meteran.

Karuan saja, jalan kabupaten dari Bojong Jengkol ke Cinangka Ciampea saat ini masih kedapatan rusak dan berlubang karena tidak tersentuh betonisasinya. Itulah yang membuat warga mengaku di 'prank' oleh pemerintah.

"Saya pikir pembangunan betonisasi Jalan Abdul Fatah, panjangnya seperti yang kita harapkan, ternyata eh ternyata, kurang malah dari 500 meter," kata Maman (67) warga Bojong Jengkol yang rumahnya dekat dengan sisi Jalan Raya Abdul Fatah.

Ironinya lagi kata Maman, badan Jalan Raya Abdul Fatah di Bojong Jengkol menuju Cinangka yang rusak tidak dibetonisasi, malah jalan yang kondisinya mulus yang dibetonisasi. "Kami warga Bojong Jengkol dan Cinangka merasa di prank oleh Pemerintah Kabupaten Bogor," keluhnya.

Maman menjelaskan, selama pekerjaan pembangunan betonisasi, pihak kontraktor dan UPT PUPR Jalan dan Jembatan Wilayah 3 Ciampea sempat terlihat repot, karena harus menutup jalur Angkot Tumaritis, lalu kembali melanjutkan dengan sistem buka tutup.

"Kami kira pembangunan betonisasi jalan kabupaten di Desa Bojong Jengkol itu sampai ke wilayah Cinangka, ternyata jaraknya pandek, dan parahnya lagi saat ini masih banyak badan jalan yang rusak berlubang, ini mah Pemkab nge-Prank warga," tutupnya.

Wardah pemilik warung di sisi Jalan Raya Abdul Fatah Desa Bojong Jengkol menambahkan, jalan yang ada di depan warungnya itu sampai sekarang masih rusak belum tidak tersentuh betonisasi. "Sampai saat ini masih rusak parah," ungkapnya.

Ia mengira, betonisasi jalan bakal melewati depan warungnya, tapi ternyata malah kurang dari 500 meter. "Kalau menurut saya sih, paling panjangnya cuma 200 meteran. Sementara badan jalan yang berlubang dan rusak parah itu, panjangnya mencapai dua kilo," tukasnya.

Irvan Lahardi, Sekretaris Desa Cinangka, Ciampea saat dihubungi terkait warganya yang mengeluh dan merasa di prank soal pembangunan betonisasi jalan, hanya tersenyum simpul.

"Ya bagaimana lagi, kalau menurut saya sih, warga Cinangka tidak salah, karena awalnya mereka menganggap pembangunan betonisasi Jalan Abdul Fatah yang berstatus jalan kabupaten itu bakal sampai ke Cinangka, tapi ternyata malah tidak, ya jelas saja warga kecewa," pungkasnya.

Dari hasil pantauan di lapangan, kondisi badan Jalan Abdul Fatah yang alami kerusakan parah dan berlubang itu diperkirakan mencapai lebih satu kilometer, sementara jalan yang sudah di betonisasi, diperkirakan panjangnya tidak sampai 500 meter. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #ciampea #betonisasi