Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi Sudah Sah jadi Bupati-Wakil Bupati Bogor, Anggota DPR Asep Wahyuwijaya: Langsung Saja Bekerja Jangan Kebanyakan Gimmick

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 20 Februari 2025 | 20:17 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya berharap Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi langsung bekerja rakyat Kabupaten Bogor.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya berharap Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi langsung bekerja rakyat Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Pasangan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi telah resmi menjadi pemimpin Kabupaten Bogor, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kamis (20/5/2025).

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya mengungkapkan, kini Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi merupakan representasi dari pemimpin yang memiliki modal politik besar dan kuat.

Menurut Asep Wahyuwijaya, keduanya berpengalaman di pemerintahan yang jauh lebih dari cukup, karenanya diharapkan memiliki kemampuan dalam memetakan persoalan dan kemampuan dalam menentukan skala prioritas yang dibutuhkan warga Kabupaten Bogor.

"Dengan segala pengalaman dan reputasinya, ekspektasi saya kepada pasangan pemimpin ini untuk menuju proses mensejahterakan warga Kabupaten Bogor amat tinggi," ungkapnya.

"Setelah musibah yang menerpa pemimpinnya, warga Kabupaten Bogor memang membutuhkan pemimpin yang mampu mengakselerasi proses transformasi pembangunan di daerahnya," sambung Asep Wahyuwijaya.

Lebih lanjut ia mengatakan, mulai dari mereformasi dan mentransformasikan budaya kerja di jajaran birokrasinya, hingga mengelola berbagai potensi sumber daya lainnya yang akan memaksimalkan pemenuhan program kerja dan janji politiknya.

"Saran saya, jangan kebanyakan gimmick," kata dia.

Asep Wahyuwijaya menyarankan, langsung saja bekerja pada hal yang substantif dan jelas kemanfaatannya untuk rakyat Kabupaten Bogor.

"Jika demikian, maka Kang Rudy dan Kang JA (Jaro Ade) bisa langsung tancap gas, warga pun pasti suka," tegasnya.

100 hari kerja: Ajang Konsolidasi, Susun Grand Design; Tentukan Peta Jalan

Asep Wahyuwijaya menilai, momentum pelantikan di bulan Februari ini amat pas dengan rancang bangun rencana kerja pemerintahan daerah yang secara faktual akan dimulai penyusunan perencanaannya dalam beberapa bulan ke depan untuk kemudian direalisasikannya pada akhir tahun dan seterusnya.

"Seratus hari pertama bagi pasangan Kang Rudy dan Kang Jaro dapat dijadikan ajang konsolidasi dengan seluruh stakeholders (pemangku kepentingan), mulai dari menertibkan aparatur birokrasinya, beranjansana Forkopimda, menemui kelompok-kelompok masyarakat, kaum muda, media hingga kalangan kampus dan kelompok kritis lainnya," paparnya.

Momentum konsolidasi tersebut, kata Asep Wahyuwijaya, sekaligus pula dapat dijadikan ajang pengayaan dan perluasan gagasan rencana pembangunan yang akan dituangkan ke dalam RPJMD.

Proses massifikasi (perluasan) rencana kerja pembangunan sejak dari awal perencanaan amat strategis untuk membuka ruang partisipasi warga yang seluas-luasnya sehingga memperkaya desain besar rencana pembangunan Kabupaten Bogor dalam lima tahun ke depan berikut arah peta jalannya.

Entitas Pemerintahan vs Entitas Perusahaan

Entitas pemerintahan bukan entitas perusahaan. Berbeda dengan entitas perusahaan yang kepemilikan dan kepentingannya terbatas, seluruh variabel dalan entitas pemerintahan sepenuhnya menjadi domain (milik) publik.

Bukan milik segelintir elit, pejabatnya atau aparaturnya saja.

"Karena itu, saran saya, bangunlah budaya dimana semua yang bekerja dalam entitas pemerintahan itu dapat bekerja dengan sepenuhnya untuk melayani publik, jangan berbisnis dengan rakyat dan hilangkan juga budaya setoran dari bawahan ke atasan karena setiap rupiah yang diperoleh melalui pajak, retribusi dan penghasilan lainnya harus disetorkan ke kas daerah yang selanjutnya semuanya itu akan dipergunakan kembali sepenuhnya sebagai modal pembangunan selanjutnya demi kemaslahatan semuanya," paparnya.

Menghilangkan budaya setor pasti akan berpengaruh kepada berkurangnya budaya koruptif yang ujung-ujungnya akan berdampak pada penghormatan terhadap budaya kerja birokrasi yang berbasis kompetensi (meritokrasi).

Promosi dan degradasi jabatan semuanya bergerak dalam merit sistem yang apik dan bukan lantaran karena alasan transaksional.

"Selamat bertugas Kang Rudy dan Kang Jaro. Di pundakmu tersemat tugas besar dan berat merealisasikan janji kampanye untuk kebaikan warganya dan memastikan agar Kabupaten Bogor tak kembali terjerembab dalam sejarah yang mempergunjingkan pemimpinnya," pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #jaro ade #Rudy Susmanto #Asep Wahyuwijaya #ade ruhandi