RADAR BOGOR - Anggota DPRD Kabupaten Bogor Heri Aristandi menanggapi viralnya kasus Kepala Desa Gunung Menyan Pamijahan Wiwin Komalasari, soal nasi boks.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Gerindra itumengingatkan, bahwa sebagai pelayan masyarakat, kepala desa sejatinya selalu mawas diri dan berhati-hati dalam bersikap maupun bertindak.
"Sangat tidak elok ketika cibiran dan sikap nyinyir itu keluarnya dari seorang aparat pelayan masyarakat, kepala desa, apalagi di Kabupaten Bogor. Bu Wiwin harus bisa menempatkan diri sebagai pejabat walaupun di tingkat desa," ujar anggota DPRD itu, Minggu (2/3).
Dia juga menyebut bahwa kepala desa harus bisa menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat, terlepas apa pun latar belakangnya.
Bagaimana mampu menempatkan diri di tengah masyarakat dengan bersikap merakyat dan menghindari gaya hidup mewah. Sebab, lanjut Heri, hal itu bisa menimbulkan persepsi buruk dan tentu melukai masyarakat kecil.
"Bu Wiwin ini kan viral bukan yang pertama kalinya, kalau dilihat dari akun medsosnya Ibu Kades ini sosialita dan terkenal hedon. Jadi kades itu harus bijak bermedia sosial, dan jaga perasaan rakyat serta nama baik Pemkab Bogor," beber Heri.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Gunung Menyan, Wiwin Komalasari viral lantaran sikapnya di dalam video yang diunggahnya ke media sosial.
Dalam videonya, Wiwin menyinyir pemberian nasi boks dalam acara sambutan pelantikan Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor di Komplek Pemkab Bogor Cibinong beberapa waktu lalu.
Heri Aristandi menilai, kasus ini menggambarkan betapa rendahnya literasi digital seorang kepala desa sehingga menimbulkan reaksi besar dari netizen dan berdampak pada wajah Pemerintah Kabupaten Bogor.
"Seharusnya seorang kades dapat mencontoh kades berprestasi lainnya, salah satunya dengan mengekspose keberhasilan dan kemajuan desanya. Ini malah merusak citra dan membuat terus membuat kegaduhan," imbuhnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga