RADAR BOGOR - Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade memastikan bahwa penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, bakal dilakukan dengan cepat.
Saat ini, kata Jaro Ade, Pemerintah Kabupaten Bogor pun tengah menyiapkan penanganan bencana alam, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.
"Dari 8 jembatan rusak, yang sudah dilakukan pembuatan jembatan sementara 2, dan dari 6 lainnya ada 3 yang paling berat, termasuk di Cisarua ini," ungkap Jaro Ade saat mendampingi BNPB memantau dampak bencana di kawasan Puncak Cisarua, Senin (3/3).
Menurut Jaro ade, pihaknya akan berkoordinasi dengan BNPB serta satuan TNI untuk segera melakukan pembuatan jembatan bailey di 3 jembatan yang rusak di Kabupaten Bogor.
Terkait masyarakat terdampak, lanjut dia, dia memerintahkan mulai dari kepala desa, camat hingga SKPD terkait untuk memenuhi kebutuhan utama warga, terutama di pengungsian.
"Karena ini bulan suci Ramadan, masyarakat di pengungsian harus nyaman, bagaimana makanan puasanya harus disiapkan termasuk sahur, dan tim kesehatan menjadi prioritas," jelas Jaro Ade.
Sementara untuk jangka panjang, lanjut Wakil Bupati Bogor itu, Pemkab Bogor akan melakukan kajian geologis untuk kemungkinan dilakukannya relokasi bagi warga terdampak.
Jika dari hasil kajian diharuskan relokasi, pihaknya akan meminta bantuan pemerintah pusat untuk kebutuhan pengadaan lahan dan lainnya.
"Masalah lahan, karena ini bencana alam, menurut pengalaman kami, selama ini tidak ada masalah, mau itu Perhutani, Taman Nasional, maupun juga PTPN, selama itu untuk kepentingan relokasi bencana alam," imbuh Jaro Ade.
Sejauh ini, Jaro Ade mengaku telah menerima laporan kebencanaan di 8 kecamatan di Kabupaten Bogor terutama di wilayah selatan dan barat. Kemungkinan, jumlah itu akan terus bertambah mengingat petugas masih terus melakukan pendataan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga