RADAR BOGOR - Pergeseran tanah yang melanda Kampung Curug, Desa Bojong Koneng menjadi perhatian dari berbagai pihak.
Tak terkecuali, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Bahkan, kediaman Presiden Prabowo Subianto pun ada di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menyebut Desa Bojongkoneng sudah tidak layak huni.
Adrin Tohari mengimbau, penduduk setempat untuk segera direlokasi.
"Jadi harus dijadikan zona bebas hunian, masyarakat direlokasi saja ke tempat yang lebih stabil," tegas Adrin Tohari kepada Radar Bogor.
Pendapatnya itu tentu bukan tanpa alasan. Adrin Tohari menjelaskan, secara topografi Desa Bojong Koneng termasuk daerah longsoran purba.
Hal itu, kata dia, dibuktikan dengan banyaknya cekungan di wilayah tersebut.
Sehingga ketika hujan lebat berdurasi lama, akan berdampak pada pada naiknya muka air.
Selain itu, longsoran lama akan sangat mudah aktif bergerak kembali.
Kemudian secara geologi, kata Adrin Tohari, Desa Bojongkoneng didominasi dengan batu lempung.
Lebih lanjut ia mengatakan, jenis batu tersebut ketika kena air akan sangat mudah sekali melunak.
"Kondisi perubahan melunak itu, yang kemudian memicu pergerakan lereng kembali," jelas Adrin Tohari, Selasa (4/3/2025) malam.
Apalagi, Adrin Tohari menyebut pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng bukan kejadian kali pertama.
Sehingga jika tidak segera direolkasi kerusakan akan terus terjadi.
Imbasnya pemukiman warga yang berada di Desa Bojong Koneng akan terkena retakan-retakan.
Jika dibiarkan, kondisinya akan semakin parah.
"Mengakibatkan rumah mereka (warga) rusak yang kadang-kadang juga roboh," ujar Adrin Tohari.
Ia juga menyarankan, saat melakukan relokasi, pemerintah juga mesti melakukan kajian geologi.
Hal ini, bertujuan untuk menentukan lokasi yang lebih stabil dari pemukiman sebelumnya. (rp1)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim