RADAR BOGOR - Meski sudah 5 kali dipugar. Masjid Jami Al Atiqiyah Bogor rupanya masih menyimpan banyak koleksi benda pusaka bersejarah. Bahkan nampak benda-benda tersebut masih sangat terawat.
Benda pusaka itu tersimpan rapih di ruangan khusus. Letaknya persis di lantai dua Masjid Al Ataqiyah Bogor. Dan jumlahnya mencapai ratusan.
"Ada 100 lebih benda pusaka seperti keris, tombak kujang ini bukti masjid ini pusat kerajaan yang nantinya nyambung dengan kerajaan Muara Beres," beber Ketua DKM Masjid Jami Al Atiqiyah Bogor, Raden Dedi Hamzah.
Raden menerangkan ratusan benda pusaka itu berasal dari peninggalan nenek moyang masing-masing warga. Sebab menurutnya setiap rumah di Karadenan pasti memiliki benda peninggalan.
Namun seiring berjalannya waktu Raden menjelaskan kebanyak dari mereka sudah acuh. Karena sudah tidak lagi memiliki waktu untuk merawat benda-benda pusaka tersebut.
"Sehingga untuk melestarikannya kami kumpulkan di satu masjid yang memang memiliki nilai sejarah juga, yakni Masjid Al Atiqiyah," ujar Raden pada Radar Bogor, Rabu (5/3/2025).
Berdasarkan cerita para leluhurnya, Raden menjelaskan masjid itu dibangun sekitar tahun 1667. Yang diprakarsai oleh ulama terkemuka yakni Raden Syafei, atau yang akrab disapa Embah Syafei.
Raden menjelaskan, Mbah Syafei sendiri bagian dari keturunan Pangeran Sajeri. Golongan tersebut masih termasuk dalam silsilah keluarga Kerajaan Pajajaran.
"Dan beliaah yang menyebarkan ajaran Islam disini, kalau melihat dari tahunnya kami percaya masjid ini jadi paling tertua di Bogor," jelasnya.
Hanya saja, Raden menerangkan kontur bangunan Masjid Jami Al Atiqiyah sudan dirombahk. Sebab saat berdirinya ini hanya berbentuk surau yang dibekali dengan 4 tihang penyanggah.
.
"Dulu kayunya dapet cerita diambil dari Mataram tapi sekarang pas renovasi sudah hancur, meski begitu cerita bersejarah ini akan terus kami wariskan ke anak cucu kami," pungkasnya.