Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Beri Santunan Rp50 Juta kepada Keluarga Korban Tewas Banjir Puncak Bogor, Dedi Mulyadi Sebut akan Bangunkan Rumah yang Hilang

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 8 Maret 2025 | 06:56 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mendatangi Hibisc Puncak Bogor
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mendatangi Hibisc Puncak Bogor

RADAR BOGOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Barat seperti Bekasi, Karawang, Bandung, dan Bogor menyebabkan banjir di beberapa titik.

Salah satu banjir yang cukup besar terjadi di Kawasan Puncak Bogor, akibat meluapnya Sungai Cisarapati dan Cikeas.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menuturkan, pihaknya akan fokus membenahi kawasan Puncak Bogor agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Salah satu yang dilakukan adalah menyegel dan membongkar objek wisata yang terbukti melanggar peraturan.

Baru-baru ini, Dedi Mulyadi bersama Kasat Pol PP Jawa Barat M Ade Afriandi, Bupati Bogor Rudy Susmanto, membongkar objek wisata Hibisc Puncak Bogor.

Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Barat tersebut menanyakan mengenai tata letak desain bangunan.

Menurutnya, adanya Hibisc secara tidak langsung membuat air hujan langsung jatuh ke hilir, sehingga banjir pasti akan terjadi di daratan lebih rendah.

Saat menyinggung soal banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Dedi menanyakan soal korban saat banjir Puncak Bogor terjadi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Hikal menyebutkan, sejumlah satu orang tewas karena hanyut terbawa arus sungai.

"Satu orang hanyut dan 6 rumah hilang di Citeko," ungkapnya.

Dedi menyebutkan, dirinya akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal.

"Yang meninggal, saya nanti nitip Rp50 juta ya untuk keluarganya," tuturnya.

Dedi Mulyadi juga menyampaikan, akan memberi kompensasi bagi rumah yang hilang saat banjir terjadi.

"Rumah hilang nanti kita bangunkan lagi," sebutnya.

Sebagai informasi, seorang warga Bernama Asep Mulyana (59) dinyatakan hilang usai terjadi banjir di Puncak Bogor.

Diduga, korban yang tinggal di Kampung Anggraini Desa Citeko Kecamatan Cisarua terseret arus Sungai Ciliwung, lantaran rumahnya berada di tepi sungai.

Saat air sungai meluap, rumah korban terseret hingga roboh dan membuat korban terhanyut dalam aliran air yang deras.

Jasad korban ditemukan berada sekitar 7-8 kilometer dari titik hilang atau berada di daerah Megamendung.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #banjir Puncak Bogor #gubernur jawa barat