RADAR BOGOR - Proses pembongkaran objek wisata Hibisc Puncak Bogor masih terus berlangsung. Sejumlah bangunan telah dan masih terus dibongkar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setia mendampingi proses pembongkaran hingga penanaman pohon hutan di areal yang kosong.
Walau Kawasan Puncak Bogor diguyur hujan deras, ia tetap menginstruksikan sejumlah pihak agar proses pembongkaran berjalan dengan lancar.
Dedi Mulyadi berencana untuk menghijaukan kembali Kawasan Puncak Bogor yang kini sudah kosong.
Ia menuturkan, proses belum selesai walau pembongkaran selesai.
"Ini tidak akan selesai setelah dibongkar," ungkap Dedi.
Ia menginstruksikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana untuk menanam puluhan ribu pohon di areal bekas Hibisc.
"Kepala Dinas Kehutanan sudah menyiapkan 50.000 pohon akan segera ditanam," ucapnya.
Sebelumnya, Hibisc Puncak Bogor masih melakukan penyempurnaan pembangunan yang melibatkan puluhan pekerja pembangunan.
Karena dilakukan pembongkaran, proyek bangunan yang tengah dipekerjakan harus terhenti. Sehingga puluhan orang tidak bekerja.
Gubernur Jawa Barat menginstruksikan agar pekerja bangunan yang sudah tidak bekerja untuk tetap datang ke area bekas Hibisc.
Hal ini bertujuan agar pekerja tersebut tetap mendapat pekerjaan.
"Kuli-kuli yang ada di sini, nanti tugasnya nanem pohon dan merawat pohon," sebutnya.
Jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memiliki anggaran untuk membayar pekerja kasar tersebut, Dedi Mulyadi siap menanggung upah mereka.
"Kulinya ada engga? suruh tanam pohon di lahan kosong secara acak, saya yang bayar," imbuhnya.
Mantan Bupati Purwakarta ingin agar areal bekas objek wisata ini kembali hijau.
"Jadi semuanya akan rapi kembali dan menjadi hijau," harapnya.
Dedi Mulyadi menargetkan dalam dua minggu proses pembongkaran sudah bisa selesai.
"Target selesai 2 minggu alat berat akan selesai. Sekarang, hari ini mulai berjalan," tambahnya.
Dedi menyampaikan, hujan yang mengguyur tepat dijadikan sebagai momentum untuk menanam pohon.
"Sekarang, hari ini mulai berjalan. Kita manfaatkan momentum hujan," katanya.
Dedi Mulyadi memastikan, wilayah Bogor akan dikembalikan ke fungsi awal sebagai lahan resapan air.
"Kita akan konsisten seluruh wilayah Bogor akan dikembalikan ke fungsi awalnya daerah-daerah resapan," tegasnya.
Dedi Mulyadi memaparkan, ia akan mengevaluasi tata ruang dan mengecek bangunan yang melanggar.
Tata ruang nanti akan dievaluasi. Kita akan cek gedung-gedung yang melanggar," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti