RADAR BOGOR-Jalan Lingkar Leuwiliang Bogor dikepung sampah liar. Jalan alternatif yang melintasi Kecamatan Leuwiliang dan Cibungbulang itu dipenuhi sampah liar.
Padahal, tak jauh dari Jalan Lingkar Leuwliang tersebut terdapat Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
Seperti yang di Desa Galuga, setelah jembatan lingkar Leuwiliang pertama. Tumpukan sampah berjejer di badan jalan membentang sepanjang 20 meter.
"Yang lewat main langsung buang, subuh biasanya," kata Ujang Saepulloh warga Desa Galuga, kepada Radar Bogor Rabu (12/5/2025).
Tumpukan sampah juga terjadi di dekat jembatan lingkar Leuwiliang yang berada kedua dari arah Terminal Leuwiliang.
Sampah menumpuk di bagian kiri jalan dari arah Leuwiliang. Di lokasi tumpukan sampah itu padahal sudah diberi papan larangan buang sampah.
Kades Galuga Endang Sujana mengakui memang banyak TPS liar di dekat TPAS Galuga. Mereka yang buang sampah juga banyak dari warga Galuga sendiri.
"Sering saya pergoki, saya kenal, warga sini juga. Jadi kadang hanya saya nasehati," katanya kepada Radar Bogor.
Bikin Saluran Mampet dan Banjir
Bukan saja di Jalan lingkar Leuwiliang, sampah liar juga menjadi biang kerok banjir di Kecamatan Cibungbulang.
Saat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu, membuat banjir lintasan.
Salahsatunya ruas Jalan Cemplang-Pamijahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Akses jalan warga tersebut tergenang banjir setinggi mata kaki saat hujan deras pekan lalu.
Camat Cibungbulang, Agung S Ali mengatakan, banjir lintasan tersebut diakibatkan saluran air yang mampet akibat sampah.
Juga banyaknya saluran air yang ditutup beton, membuat tak bisa mengalir. "Sampah plastik kebanyakan yang membuat tersumbat," katanya kepada Radar Bogor Rabu (12/3/2025).
Agar banjir tidak kembali terulang, pihaknya membongkar saluran air yang ditutup beton. Dengan demikian, saat terjadi hujan deres dan adanya sampah yang tersangkut, bisa langsung dibersihkan, sehingga air bisa langsung mengalir.
"Kemarin dibantu oleh UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciampea untuk bongkar beton di saluran air. Saya juga meminta agar warga untuk tidak buang sampah ke selokan," tukasnya. (all)
Editor : Yosep Awaludin