RADAR BOGOR - Pergerakan tanah di kawasan Puncak Dua, Desa Sukamakmur, Kecamatan Kabupaten Bogor masih terjadi pada Kamis (13/3/2025).
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor pergerakan tanah yang melanda tujuh kampung di Desa Sukamakmur itu masih terjadi. Namun demikian intensitasnya sudah mulai berkurang.
"Informasi di lapangan pergerakan tanah di Sukamakmur mulai menurun, namun perlu kewaspadaan," katanya kepada Radar Bogor Kamis (13/3/2025).
Saat ini kata dia, sebagian warga terdampak pergerakan tanah sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.
Namun, bagi yang rumahnya mengalami rusak berat, masih mengungsi. "Yang rumah rusak berat mengungsi di tempat tetangga dan saudaranya," tuturnya.
Iapun meminta warga untuk selalu waspada dan siaga. Terlebih saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Warga diminta agar segera mencari tempat yang lebih aman.
"Kami minta kepada masyarakat, Ketua RT, RW dan Pemerintah Desa untuk mewaspadai apabila hujan dengan intensitas tinggi, karena menjadi pemicu pergeseran tanah. Segera mencari tempat aman di rumah rumah keluarga yang tidak terdampak," pintanya.
Untuk diketahui, pergerakan tanah terjadi di kawasan puncak dua, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Di Desa Sukamakmur, ada enam Kampung yang terdampak bencana pergerakan tanah tersebut.
Yakni, Kampung Cikoneng RT01,02/ 04, Kampung Cikoneng Rt 01,02,03/05, Kampung Cihanjawar Rt 02/03, Kampung Pangupukan RT 01,02/06, Kampung Pancuran RT 01/07, Kampung Jareged RT 02/07, Kampung Pamoyanan 02/01. (all)
Editor : Yosep Awaludin