RADAR BOGOR - Pembangunan perekonomian menjadi salah satu fokus Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Bahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak pengusaha agar investasi di desa.
Menurut Dedi Mulyadi, banyak orang kaya yang dilahirkan di sekitar industri.
"Untuk apa? investasi di lingkungan desanya," jelas Dedi Mulyadi.
"Bagaimana rumah rakyat miskinnya dibangunkan oleh orang yang menikmati dari limbah segala macam," tambahnya.
"Jangan terus nambah istri, jangan nambah rumah di tempat lain. Yang dapat baunya di sini, istri mudanya di Kuningan, misalnya," jelas Dedi Mulyadi.
Kepada para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta agar semua permasalahan dan sistem harus Segera dibenahi.
"Kenapa? kalau dunia industri kolaps, orang kaya jadi miskin, pemerintah kehilangan sumber pendapatan," kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut ia mengatakan, ekonomi akan mati dan tidak ada lagi tukang goreng, tukang pecel lele, tidak ada lagi Gojek, Grab.
Bahkan, sambung Dedi Mulyadi, siklus kontrakan menjadi sepi.
Dedi Mulyadi mengaku, sudah mempunyai riset tentang masalah tersebut yakni ketika pabrik bangkrut.
"Saya ngalami bungkusin beras 3 kilogram untuk dibagikan pada warga sekitar dan karyawan. Ingat, ini persoalan yang bukan sepele," tegas Dedi Mulyadi.
Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sudah mengingatkan terhadap munculnya berbagai ancaman dari dalam dan luar.
Dari dalam, kata Dedi Mulyadi, sikap hidup yang hedonis dan apatis.
Sedangkan, dari luar adalah orang lain akan melemahkan.
"Orang lain tidak ridho kita bisa bikin pesawat, orang lain tidak ridho kita bisa bikin mobil, orang lain tidak ridho kita menjadi negara besar, orang lain tidak ridho jika pemerintah, rakyat dan seluruh aparaturnya memiliki tekad yang sama," pungkas Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim