Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siap Produksi Film dengan Nilai Islami, ICMI Kota Bogor Bahas dalam Talkshow di Universitas Tazkia

Abilly Muhamad • Jumat, 14 Maret 2025 | 20:18 WIB
Workshop soal produksi film yang dilakukan ICMI Kota Bogor.
Workshop soal produksi film yang dilakukan ICMI Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bogor menggelar talkshow mengenai proses produksi film berlandaskan nilai-nilai islam, di Ruang Internasional Kampus Universitas Tazkia, Kabupaten Bogor.

Talkshow produksi film ICMI Kota Bogor di Universitas Tazkia itu, diisi Razaini Taher, Founder Jakarta Film Festival, Dewi Anggrayni, Ketua Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam UIKA, Reza B Surianegara, Film produser dan Direktur Garuda Didadaku 1 Etc.

Talkshow tentang produksi film ICMI Kota Bogor itu juga diisi Dr Sutopo, Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Tazkia, dan Dr Kun Nurachadijat Sekjen DPP Parfi.

Ketua Panitia Bogor ICMI Festival (BIIF) Dr Karmanah mengatakan, festival film ini merupakan kegiatan yang besar bagian dari program ramadan MPP ICMI 2025.

"Pada kegiatan BIIF hari ini salah satu kegiatan adalah mengenai festival film pendek yang sebetulnya memang acara BIIF sudah berlangsung dari hari sabtu yang lalu dan akan diakhiri pada 16," ungkapnya, Jumat (14/3/2025).

Selain itu, kata dia, ICMI juga mengadakan kegiatan lain seperti bedah buku, melaksanakan workshop, bagi-bagi takjil, sanlat dan sebagainya.

Sementara itu, Dewi Anggrayni, Ketua Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam UIKA menyampaikan dalam memproduksi sebuah film ada yang harus dipersiapkan.

"Kita persiapkan adalah riset. Nah untuk tahapan persiapan pada saat produksi kita punya tiga tahapan untuk produksi ada pra, produksi dan pasca," ungkapnya.

Selain persiapan, pembuatan film perlu juga melakukan kedalaman riset tentang film yang akan dibuat dengan mengumpulkan referensi yang didapatkan.

"Yang sering kita lupa pada saat mempersiapkan sebuah produksi film itu adalah kedalaman riset. Kita cuman ngambil contoh video, ini oke, keren. Tapi kita ga liat sebelum produksi film itu jadi," tutur dia.

Selain itu, Dewi menyebut, persiapan lain ketika akan membuat film yaitu mencari talent atau karakter yang akan memainkan peran dalam film.

"Mencari talent itu persiapan yang ga mudah. Pasti akan membongkar pasang untuk mencari karakter yang sudah dibekali pengetahuan Islamic," imbuh dia.

Sementara itu, Dr Kun Nurachadijat mengatakan bahwa, dalam proses pembuatan film pendek perlu adanya nilai-nilai islamic, apalagi dibawahi Ikatan Cendekiawan Muslim.

"Nah Indonesia sedikit mungkin bisa diupayakan dengan oleh pa Menteri Kebudayaan bahwa kita ini sekarang dengan film film yang berkembang itu relatif nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai islamic itu pudar," ujar dia.

Selanjutnya, Reza B Surianegara menambahkan ketika ingin menjadi seorang produksi film maupun pemain film, maka harus lebih percaya diri, mimpi setinggi - tingginya, belajar sungguh hingga perkuat silaturahmi.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #icmi #produksi film