RADAR BOGOR - Geram dengan bertumpuknya sampah di saluran irigasi, Muspika Kecamatan Ciampea yang dimotori UPT irigasi Pengarian wilayah Leuwiliang, terjun ke lapangan berjibaku melakukan pengerukan sampah yang sudah hampir lebih dari 5 bulan memadati saluran irigasi tersebut.
Dalam aksi gotong royong mengeruk sampah di saluran irigasi itu, Pardi Camat Ciampea mengatakan, masalah sampah memang menjadi persoalan pelik, karena sampai hari ini, masih banyak warga yang belum sadar membuang sampah pada tempatnya.
"Dalam aksi keruk dan angkut sampah ini, kami bekerjasama dengan pihak UPT Irigasi Pengairan wilayah Leuwiliang, dibantu Anggota TNI dan Polri, serta seluruh pegawai kecamatan, desa, warga, termasuk DLK, membuat aliran irigasinya kini menjadi kembali kinclong dan bersih," kata Pardi Camat Ciampea di lokasi, Jumat (14/03/2025).
Camat menambahkan, sebetulnya masalah sampah yang kerap bertumpuk disaluran irigasi Cihideung Ilir itu, selalu ditangani oleh pemerintah desanya bersama-sama warga.
"Namun ironisnya, setelah sampah dikeruk dan diangkut dari dasar irigasinya, lalu didua hari kemudian, sampah itu muncul lagi, sehingga kami perlu turun tangan untuk ikut melakukan antisipasinya, berikut memasang plang berisi larangan keras agar warga tidak buang sampah kesungai," tegasnya.
Bukan itu saja lanjut Camat, pihaknya bersama pemerintah desa dan jajaran terkait, juga berencana akan mendatangi pemukiman warga yang ada di dua desa yakni Cihideung Ilir dan Desa Cihideung Udik yang rumahnya berada dekat dengan bataran irigasi guna memberikan sosialisasi sadar sampah.
"Masalah sampah merupakan problem bersama, bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah saja, melainkan juga perlunya partisipasi dan kesadaran warga agar mau menyudahi kebiasaan buruk buang sampah di sungai, karwna akibatnya, membuat aliran sungai tersumbat, kotor yang menyebabkan bencana banjir dan penyakit," tukasnya.
Ilman Kepala Desa Cihideung Ilir mengaku heran dengan ulah warga yang masih saja terus buang sampah sembarangan ke saluran irigasi.
"Padahal kami sudah berkali kali melakukan kerjabakti untuk mengeruk tumpukan sampah yang terus menutup aliran irigasi itu, namun anehnya warga tetap tidak sadar juga dan terus saja membuang sampah kesaluran irigasinya," kesalnya.
Bahkan beber Ilman, pemerintah desanya sudah banyak memasang papan larangan buang sampah sembarangan dipinggiran irigasinya agar untuk menjaga kebersihan. "Namun papan peringatan dan larangan tersebut tidak pernah mereka gubris," tandasnya.
Sementara dari pengamatan di lapangan, tumpukan sampah yang berhasil diangkut oleh tim gabungan Kecamatan Ciampea dengan UPT Irigasi Pengairan Leuwiliang, dibantu anggota Koramil dan Polsek, diduga mencapai berat lebih dari 10 ton menggunakan truk milik DLH Kabupaten Bogor untuk dibuang ke TPA Galuga. (**)
Editor : Yosep Awaludin