RADAR BOGOR - Ratusan karyawan Hibisc Fantasy Puncak, menagih janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam memberikan gaji terakhir.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan akan tetap memberikan gaji kepada para pekerja Hibisc Fantasy Puncak, meski telah dibongkar dan tidak lagi beroperasi.
Manager Hibisc Fantasy Puncak, Andi Afriansyah menuturkan bahwa pihaknya telah menyerahkan data seluruh pekerja terkait janji Dedi Mulyadi yang akan memberikan gaji terakhir di masa kerja Maret 2025.
"Kami sudah memberikan datanya pada Senin (10/3) kemarin ke bapak Wawan Hikal Kurdi (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor)," ujarnya, Senin (17/3).
Namun hingga kini, pihaknya belum menerima kabar baik maupun informasi terbaru terkait janji tersebut.
Menurut Andi, besaran gaji karyawan di Hibisc Fantasy Puncak berbeda-beda sesuai dengan jabatan dan penempatan.
"Ada yang mulai dari Rp 2 juta, Rp 3 juta, bahkan lebih. Sementara untuk pekerja bangunan dikisaran Rp 100 ribu perhari," ungkap Andi.
Pihaknya terutama para karyawan berharap, janji Gubernur Jawa Barat terkait pemberian gaji tersebut dapat segera dibayarkan.
Mengingat, mereka saat ini membutuhkan cukup uang untuk menghadapi hari raya lebaran mendatang.
Sementara pada proses penertiban wisata milik PT Jaswita Jabar itu, saat ini telah mencapai 80 persen bangunan yang telah dibongkar.
Tinggal menyisakan bangunan-bangunan besar seperti Bianglala, dan bangunan istana.
"Ada dua puluh orang lebih yang masih dipekerjakan sebagai keamanan. Selain untuk menjaga proses pembongkaran, juga menjaga khawatir ada aksi penjarahan," tukas Andi.(cok)
Editor : Alpin.