RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Kantor Samsat Kabupaten Bogor untuk melihat perkembangan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Di sela-sela kunjungannya, ia bertemu dengan salah satu warga yang tinggal di Desa Cicadas Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor.
Warga berjenis kelamin wanita tersebut meminta agar ketersediaan lowongan pekerjaan di Kabupaten Bogor lebih banyak.
"Saya minta gubernur yang baru supaya pekerjaan buat saudara-saudara saya di luar sana yang masih nganggur yang membutuhkan pekerjaan itu lebih ada, lebih cepat," sebutnya.
Menurut warga tersebut, pekerjaan sangat dibutuhkan sekarang-sekarang ini.
"Apalagi ibu-ibu yang seperti saya, single parent, yang membutuhkan," tambahnya.
Warga ini menuturkan dirinya takut melawan.
"Karena takut melawan atau apa-apa itu," katanya.
Gubernur Jawa Barat sempat menanyakan durasi kontrak bekerja di pabrik.
"Kalau pabrik statusnya kontrak 6 bulan sampai 1 tahun?" tanyanya.
Warga tersebut membenarkan pernyataan Dedi Mulyadi.
Tidak hanya itu, Gubernur Jabar juga mempertanyakan bayaran untuk bisa masuk menjadi pekerja.
"Masuknya bayar," tanya Dedi.
Kepada Gubernur Jawa Barat, warga tersebut mengungkapkan, nominal yang harus dibayarkan calon pekerja.
"Bayar ada yang Rp5 juta, ada yang 4 juta, tergantung pabriknya," jelasnya.
Saat ditanya membayar pungutan kepada siapa, warga tersebut mengataka ke sejumlah pihak.
"Orang dalem pabrik ada, bahkan pungli-pungli bagi ormas juga ada," tuturnya.
Dedi pun menanyakan nama pabrik yang kerap melakukan pungutan tersebut.
"Pabrik apa? Sebutin aja namanya, aman," tuturnya.
Walau enggan menyebutkan nama, akhirnya warga memberitahukan nama pabrik yang kerap melakukan pungutan kepada calon pekerja.
"Aduh, engga ngefek ni ke saya? PT S, pabrik tekstil tas kalau saya engga salah. Dia harus bayar," ujarnya.
Warga tersebut mengungkapkan, proses pembayaran dan prosedurnya.
"Ada orang dalem juga. Kalau kita udah bayar Rp5 juta, nunggu 10 hari paling lama, baru ada panggilan," lanjutnya.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi meminta kepada Satuan Tugas anti Premanisme dan Pungli di Kabupaten Bogor untuk bertindak.
"Ya ini, buat satuan tugas anti premanisme dan pungli di Kabupaten Bogor segera ditindaklanjuti," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat meminta agar orang-orang yang meminta pungutan ditangkap.
"Tangkap orang-orang yang mungut dari masyarakat,hanya untuk memperkaya diri dan mengorbankan masyarakat," tegasnya.
Warga Cicadas Kabupaten Bogor ini juga mengapresiasi kebijakan Dedi Mulyadi terkait pembebasan tunggakan pajak kendaraan bermotor.
"Terima kasih buat kebijakan pak dedi, mudah-mudahan Jawa barat kedepannya lebih sukses lagi," tandasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti