RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Kawasan Puncak Bogor untuk memantau proses penghijauan yang dilakukan di area bekas objek wisata Hibisc.
Diketahui, Hibisc Puncak Bogor dibongkar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena melanggar aturan yang berlaku.
Proses pembongkaran berjalan selama satu bulan dengan membongkar seluruh bangunan dan jalan-jalan yang dibeton.
Tidak sedikit warga lokal yang tidak bekerja, karena adanya pembongkaran objek wisata tersebut.
Sehingga, Pemprov Jabar memberi kebijakan untuk memperkerjakan mantan karyawan agar tetap berpenghasilan.
Saat kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi sempat bertemu dengan para mantan pekerja Hibisc Puncak Bogor yang kini menanam dan mengurus pohon.
"Ini adalah mantan-mantan Hibisc, mereka sudah mulai menanam pohon," ungkapnya.
Dedi menyebutkan, mantan karyawan objek wisata tersebut tidak menjadi pengangguran.
"Kan tidak jadi pengangguran," sebutnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini mengungkapkan, tugas para mantan karyawan tersebut menaman dan menjaga pohon.
"Tugasnya mengurus pohon di kampung sendiri," tambahnya.
Menurut Dedi, manusia harus menjaga lingkungan agar kebutuhan pokok tercukupi.
"Gunung harus penuh pohon, lembah harus menampung air, dataran penuh dengan sawah, hutan menghijau rakyat cukup pangan," ucapnya.
Dedi menuturkan, lahan kosong harus ditanamani pepohonan.
"Dataran yang kosong ditanami, kita kembalikan puncak milik kita," serunya.
Dedi menyebutkan, Puncak Bogor harus kembali ke asal dengan dijaga.
"Puncak milik kita, karena kita adalah anak cucunya. Ini hutan peninggalan leluhur kita, kita jaga kita rawat," tuturnya.
Dedi meminta kepada warga sekitar untuk tidak merusak hutan.
"Jangan dirusak, harus bagus sampai anak cucu kita," tambahnya.
Dedi menilai, pihak-pihak yang merusak Kawasan Puncak tidak akan mulia.
"Dengarkan, yang merusak tanak puncak, merusak hutannya, yang berniat untuk kepentingan pribadi, tidak ketemu dengan kemajuan hidup. Tujuh turunan hidup tidak akan mulia," tandasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti