Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Terima Bantuan Kompensasi Rp1,5 Juta dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sopir Angkot di Puncak Bogor Anggap Gak Cukup buat Seminggu

Abilly Muhamad • Jumat, 28 Maret 2025 | 15:06 WIB
Sejumlah sopir angkot menerima paket lebaran di Cibinong, Kabupaten  Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/3/2025).
Sejumlah sopir angkot menerima paket lebaran di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/3/2025).

RADAR BOGOR - Ratusan sopir angkot di Puncak mendatangi kantor UPTD Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Cibinong, Kabupaten Bogor untuk mendapatkan bantuan kompensasi senilai Rp1 juta dan sembako Rp500 ribu rupiah dari Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Provinsi Jawa Barat akan memberi uang pengganti operasional selama 7 hari kepada ratusan sopir angkot di PUncak Bogor.

Bantuan itu diberikan secara dua tahap. Pertama sebelum hari raya Lebaran senilai Rp1 juta dan sembako senilai Rp500 ribu. Setelah itu usai Lebaran akan diberikan dengan jumlah serupa.

Hendro (45) sopir angkot 02 Cisarua mengatakan, bantuan yang diberikan Pemprov Jabar senilai Rp1 juta dan bingkisan sembako ini dianggap belum mencukupi kebutuhan selama seminggu.

Apalagi, kata dia, tidak semua sopir angkot memiliki kendaraan pribadi, tetapi ada juga yang mempunyai bos sehingga harus setoran serta kendaraan masih dalam angsuran.

"Hanya cukup untuk setoran mobil, tapi sopir kan gak dapat apa-apa, nah justru itu, bagi sopir sopir bingungnya di situ," kata Hendro, Jumat (28/3/2025).

Ia mengaku bingung karena bukan sebagai pemilik angkot sendiri.

"Kita kan kerja sama orang, di sisi lain kalau kita diliburkan 1 minggu, nah kita mau dapat bantuan seperti apa apalagi kita punya keluarga," sambungnya.

Sehingga, kata dia, kompensasi bantuan yang diberikan Pemprov Jabar itu pihaknya kurang setuju karena tidak sesuai. Begitu pun seharusnya pihak Organda melakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait bantuan tersebut.

"Kalau udah kaya gini mah, dibilang setuju gak setuju. Seharusnya dari pihak terkait mengimbau dulu ke sopir khususnya sopir di jalur Cisarua bahwa mau ada program seperti ini loh," terang dia.

Serupa dikatakan Riki (29) sopir angkot Cisarua yang menyampaikan dengan diliburkannya sopir selama seminggu ini bantuan yang diberikan merasa cukup kurang.

"Kayanya engga karena kita ngitungnya satu minggu. Belum biaya sehari-hari apalagi mobilnya masih ada yang angsuran," pungkasnya.(rp2)

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #bogor #puncak #gubernur jawa barat #sopir angkot