RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengecek kondisi arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor. Terutama setelah menerapkan aturan meliburkan para sopir angkot di Puncak setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dan memberinya uang kompensasi.
Dedi Mulyadi menghubungi langsung Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro dan menanyakan terkait perkembangan di jalur Puncak.
Dalam percakapan melalui telepon, Gubernur Jabar menanyakan soal arus lalu lintas di Puncak.
"Gimana perkembangan setelah ada pemberlakuan sopir-sopir diliburkan setelah hari raya ada efek gak?" tanya Dedi Mulyadi kepada AKBP Rio melalui sambungan telepon yang diunggah di Instagram @dedimulyadi71, Rabu (2/4/2025).
Kapolres Bogor AKBP Rio kemudian menjelaskan aturan tersebut memberi efek terhadap arus lalu lintas di Puncak.
"Tidak ada stuck, terima kasih bapak atas bantuannya," ujar AKBP Rio.
Kapolres kemudian menjelaskan pihaknya sempat menemukan ada dua sopir angkot yang masih beroperasi tetapi kini telah ditindak bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.
Ia juga menyampaikan untuk one way di jalur Puncak cukup lancar dan tidak ada kejadian fatal. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun lalu yang sempat macet horor dan kendaraan tidak jalan sama sekali atau terjebak.
Meski demikian masih terjadi kemacetan di sejumlah titik hari ini Rabu (4/2/2025) seperti di Pasar Cisarua.
Dedi pun meminta agar Satpol PP Kabupaten Bogor mengatasi persoalan pedagang kaki lima yang dapat mempengaruhi arus lalu lintas.
Kapolres lalu menyampaikan Satpol PP turut aktif berperan di jalur Puncak Bogor.
Editor : Eka Rahmawati