RADAR BOGOR - Perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terhadap sopir angkot terus dilakukan.
Bahkan, Dedi Mulyadi langsung menelpon sopir angkot yang biasa beroperasi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
"Saya Emen, dari Komunitas Seksi, komunitas sopir angkot," ucap Emen kepada Dedi Mulyadi.
Emen yang juga warga Gadog itu mengungkapkan, sudah menjadi sopir angkot sejak tahun 1995 sejak setoran Rp10 ribu dan sekarang Rp150 ribu.
Menurut Emen, saat ini mendapatkan uang untuk dibawa ke rumah sekitar Rp70 ribuan setelah dipotong setoran.
Dedi Mulyadi menanyakan, apa penyebab menurunnya pendapatan angkot.
Emen lalu menjawab, penyebabnya ojek online hingga motor dan mobil pribadi.
Dedi Mulyadi kemudian menawarkan skema, akan melobi perusahaan mobil listrik dan unitnya dijadikan taksi atau angkot kemudian diberikan kepada sopir angkot tanpa DP dan setorannya untuk bayar cicilan.
Sehingga, dalam beberapa tahun setorannya lunas.
Mendengar hal tersebut, Emen mengaku, akan berdiskusi dan musyawarah dengan sopir lainnya. "Dipikir-pikir dulu, pak," ucap Emen kepada Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menjelaskan, angkot listrik bisa dimodifikasi misalnya didesain gambar Puncak.
Kemudian, kata Dedi Mulyadi, tempat duduknya diubah model wisata, ada musiknya sehingga orang naik wisata borongan ke Puncak keren.
Emen lalu menjawab bahwa setuju gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Mau sih mau pak, cuma yang sekarang punya angkot gimana nasibnya," kata Emen. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti