Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Kekeuh Pemotongan Uang Supir Angkot Puncak Bogor adalah Aksi Premanisme, Dedi Mulyadi: Preman Ada yang Punya Seragam

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 5 April 2025 | 09:06 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespon pemotongan dana kompensasi supir angkot Puncak dikembalikan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespon pemotongan dana kompensasi supir angkot Puncak dikembalikan

RADAR BOGOR - Ramai di media sosial mengenai pemotongan dana kompensasi supir angkot Puncak Bogor telah dikembalikan.

Hal ini diinformasikan langsung lewat video yang diunggah di akun media sosial Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia menanggapi santai video yang dibuat oleh supir angkot yang meminta untuk diralat adanya pungutan liar.

"Terus kemudian ada supir angkot yang menyampaikan bahwa ada Rp200 ribu dipotong, tapi katanya engga dipotong," tambah Dedi.

Ia menuturkan, pemotongan dana kompensasi telah dikembalikan kepada supir angkot yang berhak.

"Itu mah sekarela. Karena sukarela dan jadi ribut, akhirnya dibalikin lagi," tuturnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini bersyukur hak supir angkot telah dikembalikan

"Iya, Alhamdulillah sudah dibalikin lagi," katanya.

Namun, Dedi menyampaikan, pemotongan tersebut masuk ke dalam kategori aksi premanisme jika dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) atau oknum.

"Tetapi kalau itu perilaku yang dilakukan oleh ASN atau kelompok-kelompok lain yang berbentuk organisasi, saya kekeuh tetap menyatakan itu adalah tindakan premanisme," tegasnya.

Dedi menilai, preman terbagi menjadi dua.

"Artinya, preman itu ada dua klasifikasi, ada preman yang punya seragam, ada preman yang tidak punya seragam," jelasnya.

Gubernur Jawa Barat memaparkan, premanisme merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan tugas dan mengambil hak orang lain.

"Intinya, melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi keharusan tugas dan kewenangan dirinya dan mengambil hak-hak orang lain," ujarnya.

Dedi berharap peristiwa ini tidak akan terjadi di kemudian hari dan akan melakukan klarifikasi usai libur lebaran.

"Semoga peristiwa ini tidak terulang lagi. Kalau seluruh klarifikasi setelah lebaran akan kami lakukan, untuk membuat hal seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #puncak bogor #Supir angkot #gubernur jawa barat #premanisme