RADAR BOGOR - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bogor, akhirnya buka suara soal adanya dugaan pemotongan uang kompensasi sopir angkot wilayah trayek Puncak Bogor.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Agus Ridho menegaskan, anggotanya tidak terlibat dalam pemotongan uang kompensasi sopir angkot dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Saya pastikan kalau ada anggota saya yang bermain, pasti saya usulkan sanksi kepada bupati. Bupati juga sudah tegas kalau misalkan ada yang bermain akan dikenakan sanksi," kata Agus kepada wartawan, Sabtu (05/05/205).
Agus menyampaikan, terkait persoalan dugaan pemotongan uang kompensasi itu sudah selesai. Pihak-pihak yang melakukan pemungutan sudah mengembalikan uangnya ke sopir angkot.
"Yang terpenting saat ini bahwa dari mereka juga yang melakukan pemungutan itu sudah melakukan klarifikasi dan sudah mengembalikan," jelas dia.
Sebelumnya Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan bahwa tidak anggota Dishub yang ikut terlibat dalam pemotongan uang kompensasi akan diberikan sanski tegas.
"Tentunya kalau ada hal tersebut, harus ditindak lanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku," ungkap Rudy.
Meski Dishub menegaskan tidak ada anggotanya yang terlibat, kata Rudy, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta untuk diselidiki.
Sehingga, kata Rudy, apabila ada anggota Dishub Kabupaten Bogor yang terlibat dalam pemotongan uang kompensasi akan dicopot dari jabatannya.
"Kami ikut mendukung dan apabila ada oknum dari Pemkab Bogor yang melakukan, akan diberikan sanski tegas bahkan pencopotan jabatan," tegasnya.(rp2)
Editor : Alpin.