Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Melongok Kemeriahan Adu Meriam Karbit di Kampung Mulyasari Bogor, Wadah Silaturhami Warga yang Sempat Hiatus Puluhan Tahun

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 5 April 2025 | 16:43 WIB
Festival Meriam Karbit di Kampung Mulyasari, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.
Festival Meriam Karbit di Kampung Mulyasari, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Dentuman meriam karbit terdengar keras di pelosok timur Kabupaten Bogor. Suara itu seperti magnet tersendiri bagi masyarakat Kampung Mulyasari, Desa Tanjung Sari.

Bagi mereka mendengar dentuman meriam karbit sudah menjadi tradisi turun temurun yang sempat hiatus atau berhenti 20 tahun.

Satu kali letupan Meriam karbit, dipercaya akan mengusir berbagai macam penyakit, baik yang akan datang maupun yang telah singgah.

Sehingga tak heran, setiap kali meriam karbit diledakan, warga setempat langsung bertereak. Mereka juga turut membakar petasan yang menggambarkan suasana suka cita.

Untuk membuat satu meriam karbit warga Kampung Mulyasari harus rela meluangkan waktu dua hari.

Barang yang dipercaya mengandung kekuatan magic itu terbuat dari Batang Pohon Randu. Ini diambil dari hutan kesayangan mereka.

“Dan hari ini ada 19 meriam yang kami gunakan, semua proses pembuatan kami lakukan secara bersama oleh warga, supaya tradisi ini bisa terus lestari,” beber, Ketua Pelaksana, Abidin, Sabtu (5/4/2025).

Abidin menyebut meriam karbit itu akan terus diledakan selama tiga hari, hingga Minggu (6/4/2025).

Setiap harinya, berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Tidak semua orang berkesempatan untuk meletupkan, hanya mereka yang sudah terlatih saja.

Modal yang digunakan untuk menggelar event tersebut tidak sedikit. Abidin menerangkan pihaknya telah menghabiskan anggaran sebesar Rp250 juta. Persedian karbitnya saja mencapai 9 kuintal.

Guna menambah kemeriahan, Abidin mengatakan waga disebrang wilayahnya pun turut dilibatkan. Desa Antar Jaya misalnya.

Teknisnya kedua wilayah ini saling beradu keras suara meriam karbit yang dihasilkan.

“Cuma sifatnya hiburan, jadi suara yang paling keras maka akan turut diteriaki oleh masing-masing supporter, suasananya kan jadi seru begitu,” terang Abidin saat ditemui Radar Bogor.

Abidin berharap tradisi adu meriam karbit ini bisa terus lestari. Agar anak cucu di wilayahnya bisa turut merasakan keseruan tradisi nenek moyang mereka. Dan menurutnya ini mesti dilakukan secara bersama agar menjadi langkah kolektif.

“Oleh karenanya kami juga turut melibatkan aparatur pemerintahan, mulai dari kecamatan hingga pengurus desa, karena kami juga perlu peran aktif dari para pemangku kebijakan,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#Tanjung Sari #meriam karbit #kabupaten bogor