Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Asyik Menikmati Festival Kuluwung di Tanjungsari Bogor, Warga Dikejutkan dengan Adanya Banjir Bandang

Aditya Aghata • Minggu, 6 April 2025 | 20:46 WIB
Detik-detik banjir bandang terjadi Tanjungsari, Bogor saat warga menyaksikan Festival Kuluwung.
Detik-detik banjir bandang terjadi Tanjungsari, Bogor saat warga menyaksikan Festival Kuluwung.

RADAR BOGOR - Pada Sabtu (5/4/2025) sebuah video amatir yang memperlihatkan detik-detik diduga banjir bandang yang menerjang saat Festival Kuluwung berlangsung di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi viral.

Dalam video tersebut, tampak air sungai yang tiba-tiba datang dengan sangat deras, menyapu area sekitar Festival Kuluwung yang sedang berlangsung.

Dalam rekaman, terlihat warga yang sedang berkumpul menyaksikan Festival Kuluwung merasa terkejut dan panik.

Mereka langsung berlari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri dari derasnya air yang datang begitu cepat.

Menurut narasi yang beredar, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 17.35 WIB.

"Balik-balik, banjir bandang," terdengar suara salah seorang warga yang berteriak panik.

"Kabur, kabur, kabur. Deres caina (deras airnya)," tambahnya.

Meskipun sempat terjadi kepanikan, kabarnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang mengejutkan ini.

Meskipun banjir bandang yang mendadak tersebut mengganggu jalannya festival, hal ini tidak mengurangi semangat masyarakat yang tetap memelihara tradisi tahunan yang telah ada sejak puluhan tahun lalu.

Festival Kuluwung yang sudah menjadi ikon budaya di Kabupaten Bogor, khususnya di wilayah timur, tetap menjadi bagian penting dari perayaan Lebaran Idul Fitri bagi masyarakat setempat.

Festival Kuluwung, yang juga dikenal sebagai perang meriam, memang menjadi salah satu warisan budaya Sunda yang sangat dijaga di daerah tersebut.

Dalam festival ini, warga menggunakan meriam yang terbuat dari pohon kapuk (randu) atau bambu besar untuk saling beradu tembakan, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan dan persaudaraan.

Selain sebagai hiburan rakyat, Festival Kuluwung juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antarwarga di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Jonggol, Sukamakmur, dan Tanjungsari.

Kendati ada insiden banjir bandang, Festival Kuluwung tetap menjadi daya tarik besar bagi masyarakat setempat maupun wisatawan lokal.***

Editor : Halimatu Sadiah
#bogor #Festival Kuluwung #banjir