RADAR BOGOR - Ratusan pedagang di Rest Area Gunung Mas Puncak, menjadi korban janji mantan Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu beserta jajaran dinas Kabupaten Bogor.
Sembilan bulan pasca lapak para pedagang di jalur Puncak dibongkar, kini mereka kesulitan ekonomi setelah mengisi kios di Rest Area Gunung Mas Puncak.
"Pada waktu relokasi ke Rest Area Gunung Mas, yang dijanjikan sebagai solusi, justru berujung pada ruang kosong harapan. Banyak kios ditinggalkan dan janji manis penataan Puncak berwawasan lingkungan yang digulirkan oleh Pj. Bupati, Asmawa Tosepu bersama 40 SKPD kini hanya tinggal kenangan pahit," ujar Sekretaris Karukunan Wargi Puncak (KWP), Dede Rachmat kepada Radar Bogor, Rabu (9/4/2025).
Menurutnya, program revitalisasi yang kala itu dijanjikan sebagai solusi bagi penghidupan para pedagang korban pembongkaran, nyatanya tidak berjalan sesuai harapan.
Kala itu, Satpol PP melakukan pembongkaran atas instruksi Asmawa Tosepu dengan berbagai alasan dan janji yang sempat disampaikan kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor serta awak media.
"Saat ini, rest area yang diharapkan menjadi pusat ekonomi baru, justru sepi dan tidak representatif," tegas Dede.
Terakhir, KWP mencatat dari sebanyak 250 pedagang yang sempat menempati kios-kios di Rest Area Gunung Mas, kini hanya tersisa 136 pedagang yang masih bertahan.
Dede menuturkan, para pedagang acap kali mengeluhkan omzet yang kian menurun.
Diperparah dengan utang yang menumpul, serta beban hidup yang semakin berat akibat kehilangan tempat berdagang dan rusaknya barang dagangan saat penggusuran.
"Banyak yang kini kembali berjualan di pinggir jalan untuk bertahan hidup, seperti menggelar tikar, menggunakan sepeda motor dengan payung, bahkan tenda darurat," ungkapnya.
Sementara, lanjut dia, penataan kawasan Puncak yang berwawasan lingkungan seperti yang dijanjikan, tidak terlaksana hingga saat ini.
KWP pun mempertanyakan keberpihakan pemerintah daerah, khususnya pihak-pihak yang menjanjikan pemulihan ekonomi bagi para pedagang.
Saat ini, pedagang di Rest Area Gunung Mas hanya bisa menyimpan rasa amarah serta kekecewaan atas keadaan tersebut.
"Harus dengan cara apa lagi rakyat kecil untuk meluapkan kekecewaan," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.