RADAR BOGOR - Kondisi daratan di wilayah bumi Tegar Beriman, seperti di Kecamatan Klapanunggal, nampak memprihatinkan.
Bagaiamana tidak, lahan karst yang terletak di Desa Linggar Mukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kini telah rata dengan tanah alias gundul.
Padahal tiga tahun silam, hamparan luas di Klapanunggal tersebut dipenuhi pepohonan hijau yang disebut menjadi sumber oksigen.
Sedangkan sekarang, lahan karst di Klapanuggal itu justru meghasilkan debu yang kerap dikeluhkan oleh warga sekitar.
Fajar Ramadhan misalnya. Warga asal Cileungsi itu mengaku miris melihat kondisi lahan yang dulu kerap menjadi lokasi favoritnya untuk bersepeda.
Dia menyebut pada tahun 2022 hingga 2023 susana disana sejuk dan elok dipandang mata.
“Tapi betapa kagetnya ketika akhir tahun kemarin saya melewati jalur tersebut ternyata sudah habis, semua rata, hanya tersisa tanah merah saja,” beber Fajar pada Radar Bogor.
Dan yang sangat disayangkan, Fajar menerangkan di atas lahan karst itu berdiri tegak papan dari salah satu kementrian.
Jadi dia memandang, seharusnya kawasan tersebut dilindungi oleh negara bukan malah dibabat habis.
Dia meminta kepada pihak terkait segara mencari solusi, soal kegundulan lahan tersebut.
Fajar sangat khawatir jika hujan lebat, terjadi banjir besar yang akan memakan banyak korban.
Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul dipandang Fajar menjadi solusi jitu.
Agar pemandangan hijau yang dulu sempat tersaji dapat kembali dinikmati oleh masyarakat sekitar.
“Dan tolong dicari pelakunya, jika benar lahan itu milik negara saya meminta kepada pemerintah unutuk menindak tegas para pelaku penggundulan hutan serta mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya,” terangnya.
Dia bepesan kepada para pemangku kebijakan, baik kepada Pemerintah Kabupaten Bogor maupun pemerintah pusat untuk rutin melakukan monitoring. Mengecak kondisi hutan hutan ditiap wilayah.
“Supaya yang kaya begini tidak terjadi lagi, kan kalau hutannya sehat alias banyak pohon udara juga menjadi sejuk, terbebas dari polusi, dan meminimalisir berbagai macam penyakit,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.