RADAR BOGOR - Jalan Kampung Kebon Kalapa di Kelurahan Batutulis kini ramai dilalui pengendara motor dari berbagai wilayah. Jalur ini menjadi jalur alternatif pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang ambles.
Ramainya kendaraan yang melintas membuat kawasan di Batutulis ini kerap terjadi kemacetan panjang. Kondisi ini pun membuat warga setempat berinisiatif untuk mengatur arus lalu lintas.
Ketua RT 1 RW 9 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Dilla menyebut ada sekira 8 orang warga yang bergantian mengatur arus lalu lintas di wilayah tersebut. Mereka berjaga di titik-titik rawan macet seperti di pintu masuk dan keluar jembatan.
"Kami inisiatif atur arus lalu lintasnya karena jalur ini sempit dan hanya bisa dilalui satu moto. Jadi mesti bergantian. Karena kalau tidak diatur akan stuck dan akhirnya macet total," terangnya kepada Radar Bogor, Selasa (15/4/2025) pagi.
Selain mengatur jalan, warga juga berinisiatif memperbaiki jembatan yang menjadi penghubung antara Kelurahan Batutulis dan Ranggamekar.
Adanya peningkatan jumlah kendaraan yang melintas pada jalur ini akhirnya membuat lintasan jembatan rusak dan bolong di sejumlah titik.
Warga setenpat akhirnya berinisiatif mengganti lintasan jembatan yang bolong dan rusak secara berkala dengan lempengan besi jembatan yang baru.
"Setelah dipakai jadi alternatif kendaran yang lewat sini jumlahnya melonjak mungkin sampai 100 persen. Akhirnya jalan dan jembatannya jadi rusak. Makanya kami inisiatif perbaiki sendiri, karena belum ada bantuan dari Pemerintah Daerah," beber Dilla.
Dana perbaikan jalan dan jembatan itu diambil warga dari sumbangan sukarela yang diberikan para pengendara.
Sumbangan itu kemudian dikumpulkan dan dibelikan plat besi yang harganya mencapai Rp1,3 juta per lembar.
"Kami tidak memaksa mintanya. Kalau dikasih sikahkan tidak juga tidak apa-apa. Bila ada warga yang risih atau keberatan pun kami persilahkan dilewatkan saja," terang Dilla.
Menurutnya upaya perbaikan mesti dilakukan karena jalur alternatif ini akan terus dipakai pengendara motor hingga Jalan Saleh Danasasmita beroperasi lagi. Dan hal itu pun belum diketahui waktunya.
"Sekarang sudah sebulan. Tidak tahu sampai kapan beresnya. Mungkin 4-6 bulan ke depan. Sedangkan jalan dan jembatannya mudah rusak karena dilintasi kendaraan setiap menit," keluh dia.
Dila berharap Pemkot Bogor segera memberikan solusi dan penanganan atas ditutupnya Jalan Saleh Danasasmita Batutulis.
Seorang pengendara, Ruli merasa bersyukur dan berterima kasih dengan adanya inisiatif warga mengatur jalan dan memperbaiki jembatan. Upaya ini dinilainya sangat mrmbantu para pengendara yang melintas di jalan alternatif ini.
"Kalau tidak diatur sama mereka kami (pengendara) malah kesusahan. Karena jembatannya hanya bisa dilalui satu motor. Kalau tidak diatur malah repot, nanti ketemu di tengah dan tidak bisa jalan," tuturnya.
Ia pun menyatakan tidak keberatan dalam memberikan sumbangan kepada warga. Ruli mengatakan hal itu dilakukannya secara sukarela sebagai apresiasi dari pengendara. (fat)
Editor : Yosep Awaludin