RADAR BOGOR - Gedung Kesenian yang terletak di Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, nampak terlihat terbengkalai tak terurus.
Padahal, Gedung Kesenian Kabupaten BOgor tersebut merupakan arena latihan kesenian dan kebudayaan.
Berdasarkan pantauan Radar Bogor dilokasi, terlihat Gedung Kesenian yang terpampang megah dah gagah itu kini tampak memprihatinkan.
Bagaimana tidak, gedung yang diwarnai dengan warna kuning dan hijau identik dengan Bumi Tegar Beriman itu kini mulai ditutupi lumut, warna cat memudar serta ditumbuhi ilalang.
Bahkan, terlihat sekeliling pintu masuk ke arena gedung tersebut tertutup rapat nampak tak ada aktifitas, serta sekeliling gedung hanya dijadikan lahan parkir kendaraan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengungkap, Gedung Kesenian biasanya digunakan sarana masyarakat untuk menampilkan seni dan budaya.
Terlebih, kata dia, untuk bisa menggunakan gedung kesenian itu masyarakat harus mengeluarkan uang sebesar jutaan rupiah.
"Kalau di Peraturan Daerah (Perda), dengan pendapatan memang Hari ini ada 2 juta per lima jam," kata dia. Selasa (15/04/2025).
Yudi mengakui bahwa, sepi nya pemakaian gedung tersebut dikarenakan salah satunya oleh tingginya harga penyewaan gedung kesenian.
"Justru makanya kita upayakan lagi kebijakan nya, kita rapihkan kembali, kita mohon tinjau kembali berkaitan harus berbayar atau tidaknya. Itu nanti kebijakan nya kan dari pak Bupati," jelas dia.
Sehingga, kata dia, terkait harga sewa sesuai Perda yang ada, Disbudpar akan merapihkan. Apalagi saat ini Bupati Bogor sudah memperhatikan gedung itu.
"Hari ini memang di Perda ada, tapi nanti kebijakan nya nanti kita akan rapihkan lagi. Karena secara pribadi ini gedung emang khusus kebutuhan masyarakat di seni budaya, kita akan rapihkan lagi kebijakan nya," tutur dia.
Meski begitu, kata dia, sejak tahun 2024 apabila terdapat budayawan ataupun sanggar yang akan menggunakan gedung tersebut silahkan digunakan tanpa pungutan uang penyewaan. Namun harus bertanggungjawab pada kebersihan.
"Selama ini sebetulnya budayawan sanggar yang mau make selama ini karna itu gedung pada waktu itu belum maksimal selama ini di tahun 2024 itu bebas aja pakai sebetulnya, yang penting tanggung jawab dengan kebersihannya. Selama ini ga kita minta," imbuh dia.
Kendati begitu, saat ini, kata Yudi, gedung kesenian itu, sedang dibuat Detail Engineering Design (DED) yang sedang dilakukan oleh Dinas Perumahaan Kawasan dan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor (DPKPP).
"Tahun ini sedang DED, memang DED nya bukan di kita, tapi DPKPP perencanaan pembangunan nya seperti apa nanti. Tetap untuk jadi tempat kesenian, kawasan budaya, pertemuan-pertemuan dan festival-festival," pungkasnya.(rp2)
Editor : Alpin.