RADAR BOGOR - Kawasan wisata Telaga Warna, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, menjadi lokasi pertama tempat singgahnya Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Bogor.
Mahkota Binokasih merupakan warisan Kerajaan Galuh yang pernah digunakan oleh Prabu Siliwangi di masa Kerajaan Pajajaran.
Kirab Mahkota Binokasih ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor, dengan prosesi utama dilaksanakan di kantor Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi menuturkqn bahwa acara ini juga menjadi ajang penyambutan bagi kerajaan-kerajaan Sunda seperti Galuh dan Pakuan oleh para budayawan Cisarua.
"Ada tiga poin penting dari acara ini. Pertama, pemberdayaan literasi budaya. Kedua, upaya untuk ngamumule atau melestarikan budaya Sunda. Dan yang ketiga, edukasi kepada masyarakat tentang peradaban budaya serta sejarah Kerajaan Pajajaran," ujarnya, Senin (21/4).
Dalam prosesi di Telaga Warna, dilakukan penyematan pin kepada para tokoh masyarakat Cisarua, termasuk para kepala desa sebagai bentuk apresiasi dari Kerajaan Sumedang Larang.
"Mahkota ini berkeliling dari Ciamis, lalu ke Kabupaten Bogor dan menginap satu malam, kemudian akan kembali ke Sumedang Larang sebagai pihak yang memiliki hak pengamanan mahkota," jelas Asep Ma'mun.
Di tempat yang sama, Rosmaya Intan Diana, seorang guru spiritual sekaligus budayawan mengungkapkan bahwa Mahkota Binokasih harus disinggahkan di Telaga Warna. Pasalnya, tempat tersebut dipercaya sebagai lokasi persinggahan Prabu Siliwangi, raja legendaris Kerajaan Pajajaran.
"Ini warisan budaya para leluhur yang usianya tak diketahui, mungkin sudah berabad-abad. Air menjadi simbol utama tanpa air, tak ada kehidupan. Telaga Warna melambangkan kehidupan, alam, dan seluruh isinya," ungkapnya.
Menurut Rosmaya, Mahkota Binokasih merupakan lambang Kerajaan Galuh, Pakuan, dan Pajajaran pada masa pemerintahan Prabu Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi.
"Ini adalah langkah awal perombakan peradaban budaya yang luar biasa. Literasi budaya ini mengandung nilai-nilai agung Binokasih: silih asih, silih asah, dan silih asuh. Kita diajarkan untuk patuh dan menjaga hubungan baik dengan orang tua, tumbuhan, dan hewan," tandasnya.
Untuk diketahui, ini merupakan yang pertama kalinya Mahkota Binokasih hadir di Kabupaten Bogor.
Setelah pada tahun 2024 lalu, Kirab Mahkota Binokasih dilaksanakan di Kota Bogor.
Setelah singgah di Telaga Warna, kirab itu akan bergerak menuju Cibinong dan direncanakan berhenti di kawasan Muara Beres.
Nantinya, di tempat itu akan dilangsungkan prosesi serah terima Mahkota Binokasih dari pihak Anom Sumedang Larang kepada Bupati Bogor.(cok)
Editor : Alpin.