RADAR BOGOR - Kisah pilu dialami keluarga ODGJ di Kampung Babakan Sipayung, Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Keluarga pasangan Acim dan Hati ini memiliki tiga anak yang semuanya mengalami gangguan jiwa alias ODGJ.
Saman, Hayat, dan Idis bahkan harus dipasung lantaran sering mencoba melukai keluarga serta merusak rumah mereka.
Keadaan itu diperparah dengan kondisi Acim, sang kepala keluarga yang mengalami kebutaan.
Menerima laporan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin segera melakukan evakuasi terhadap ketiga anak ODGJ tersebut dan membawa mereka ke RS Marzoeki Mahdi, Kota Bogor.
"Saya menerima laporan dari masyarakat bahwa ada satu keluarga yang di mana ketiga anaknya mengalami gangguan kejiwaan, bahkan sampai haris dipasung," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (22/4/2025).
Pemasungan tersebut, kata Nurodin atau yang dikenal Jaro Peloy, dilakukan agar tiga kakak beradik tersebut tidak melukai kedua orang tuanya serta tidak merusak kediaman mereka.
Sebab, beberapa waktu hal itu acap kali terjadi sehingga menambah kesulitan dari yang dialami keluarga tersebut.
"Meraka ini diikat atau dipasung di sebuah tempat pemakaman umum, sehingga saya perintahkan tim untuk melakukan evakuasi dan dibawa ke RS Marzoeki Mahdi," tutur Jaro Peloy.
Dari hasil pendataannya, keluarga tersebut rupanya tidak terdaftar dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS).
Sehingga saat ini pihaknya tengah berupaya memasukan keluarga tersebut ke dalam program Universal Health Coverage (UHC).
"Meraka ini tidak memiliki kartu tanda penduduk dan belum terdaftar sebagi penerima BPJS UHC. Saya hari ini berkomunikasi dengan Disdukcapil, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk mengurus UHC. Namun setelah di cek oleh tim kami keluarga ini juga tidak terdaftar di BPJS PBI," jelas Nurodin.
Menurutnya, ini merupakan temuan langka di Kabupaten Bogor. Bagaimana sebuah keluarga harus mengalami kesulitan yang amat dalam dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
"Ada tiga orang anak mengalami gangguan jiwa dan tinggal dengan ayahnya, sementara ibunya menjadi ART. Mirisnya, ayahnya mengalami kebutaan di kedua matanya, dan harus mengurus ketiga anaknya yang berstatus ODGJ," beber Nurodin.
Dia berharap, pemerintah pusat dapat segara mengambil langkah dan tindakan atas apa yang dialami keluarga tersebut.
Kasus ini juga menjadi pembelajaran bahwa masih ada masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
"Ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat, bahwa ada keluarga yang tidak difasilitasi jaminan kesehataan. Artinya pemerintah belum hadir bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.