RADAR BOGOR - Selain kenaikan tarif, infrastruktur jalan yang kurang memadai juga berimbas pada sepinya kunjungan wisata di Gunung Salak Endah (GSE) via Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Menyadari hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengaku telah mendorong peningkatan akses wisata di Kabupaten Bogor termasuk di kawasan kaki Gunung Salak ke Dinas PUPR.
"Potensi alam di wilayah Timur, termasuk Barat menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, dalam RPJMD juga disebut bahwa memprioritaskan akses wisata," ujarnya
Menurut Yudi, potensi wisata termasuk wisata alam di Kabupaten Bogor memberikan dampak positif pada perekonomian warga setempat.
Sehingga perhatian serta dukungan instansi terkait diperlukan agar peningkatan jalan menuju kawasan wisata dapat diprioritaskan.
"Salah satu yang diprioritaskan itu adalah jalan yang mempunyai dampak ekonomi, sosial dan budaya, dan implementasi itu nanti Dinas PUPR yang berhak dan kita yang mengusulkan kepada Bupati melalui PUPR," terangnya.
Meski demikian, Yudi juga menyebut bahwa tidak semua akses wisata perlu dilakukan perbaikan. Seperti objek-objek wisata ekstrem.
"Seperti wisata offroad atau tracking, dan ada beberapa jalan yang bukan milik pemda atau desa, tentu kita tidak bisa memperbaiki jalan itu," tukasnya.
Sebelumnya, tingkat kunjungan wisata GSE, Pamijahan menurun imbas adanya penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Kondisi jalan yang kurang memadai juga dinilai memperparah kondisi tersebut.
Pengurus Gerbang Utama via Gunung Sari sekaligus Tokoh Veteran Lokapurna, Daden Amir Hamzah mengatakan bahwa sudah sekitar 15 tahun jalan yang menuju kawasan wisata GSE tidak tersentuh pembangunan.
"Saya sudah 59 tahun di sini, dan warga sudah bergantung dengan pengunjung. Makanya kami meminta agar Balai TNGHS dan Pemkab Bogor memperhatikan soal ini," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.