Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Mantan Pekerja OCI dan Taman Safari Bilang Begini

Siti Dewi Yanti • Rabu, 30 April 2025 | 14:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertemukan mantan pegawai OCI dengan manajemen Taman Safari
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertemukan mantan pegawai OCI dengan manajemen Taman Safari

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertemukan mantan pegawai Oriental Circus Indonesia (OCI) dengan pihak manajemen Taman Safari Indonesia.

Sebelum memulai pertemuan tersebut, Dedi sempat berbincang dengan mantan pemain sirkus dan kuasa hukumnya.

"Ibu pernah menjadi pemain di sirkus, jadi apa perannya?" tanyanya.
"Banyak, terapis, gadis plastik, macan, terus balet tali," jawab mantan pekerja OCI.

"Sekarang udah berhenti?" tanya Dedi.
"Udah," jawab mantan pekerja OCI.
"Sudah sejak kapan berhenti?" tanya Dedi.
"92," jawab mantan pekerja OCI.

Saat tengah berbincang, pengacara mantan pekerja OCI memperkenalkan diri kepada Dedi Mulyadi.

"Berhentinya kabur Pak. Saya Soleh, kuasa hukum yang memviralkan," tuturnya.
"Terima kasih ya Pak," ujar Dedi Mulyadi.

Soleh menuturkan, masalah terkait mantan pegawai OCI sudah dilaporkan

"Sudah berproses belum?" tanya Dedi.
"Jadi 1997 itu Pak, sudah dilaporkan. Tapi 1999 di-SP3. Ini yang membuat kecewa," jelasnya.

"Jadi pernah dilaporkan, tapi di-SP3. Sekarang udah dilaporin, susah dong kalau sudah SP3," ungkap Gubernur Jawa Barat.

Secara hukum, Soleh menuturkan, kasus bisa dibuka kembali dengan pasal yang dikenakan adalah 277 KUHP, penghilangan identitas.

"Ini kan jelas semua, engga punya identitas semua. Dipisahkan orang, ini belum ketemu orang tuanya. Ini sudah ketemu, ketemunya pun mencari sendiri Pak," bebernya.

Dedi kembali menanyakan mantan pekerja OCI yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

"Artinya, sejak usia berapa tinggal di situ?" tanya Dedi.
"Dari kecil, dari saya 4 tahun diambil sama Pak Jansen itu," jawab mantan pekerja OCI.

"Diambil dari?" tanya Dedi.
"Dari orang tua saya," jawab mantan pekerja OCI.

Dedi menanyakan keberadaan orang tua mantan pekerja OCI tersebut.

"Saya sendiri engga tahu di mana saat itu, pokoknya daerah Jakarta," tutur mantan pekerja OCI.

Ia menyebutkan, dirinya dibawa ke sirkus dan tidak pernah bertemu dengan orang tua.

"Saya diambil sama Pak Jansen, dibawa ke sirkus. Dilatih jadi pemain sirkus. Udah, saya engga pernah ketemu lagi orang tua saya," ucap mantan pekerja OCI.

"Sampai sekarang ibu belum pernah ketemu, engga tahu orang tuanya di mana?" tanya Dedi
"engga tahu," jawab mantan pekerja OCI.

Dedi memastikan berita mengenai peristiwa kekerasan.

"Kemudian dilatih jadi pemain sirkus. Ketika dilatih menjadi pemain sirkus banyak mendapat kekerasan?" tanyanya.

"Iya, namanya latihan itu, dipukul pasti. Kalau kita engga bisa, pasti kita dipukul. Dan kita juga tidak disekolahkan," cerita mantan pekerja OCI.

"Kemudian, itu yang membuat Ibu berhenti" tanya Dedi.
"Pasti, di umur sekian 19 tahun, saya masih meminta Pak Toni meminta akta kelahiran saya, tapi tidak diberikan," tambah mantan pekerja OCI.

Dedi Mulyadi beralih ke mantan pekerja oci lainnya.

"Nah ibu, gimana riwayatnya?" tanya Dedi.
"Saya engga tahu, dari kecil saya sudah diambil," ucap mantan pekerja OCI lainnya.

Dedi menanyakan, tugas yang diemban mantan pekerja OCI tersebut.

"Saya pertama oriental circus. Setelah tahun 88 saya dipindah ke Taman Safari," ungkapnya.
"Sampai sekarang, engga tahu orang tuanya di mana?" tanya Dedi.

"Engga tahu, identitas juga saya engga punya. Jadi sekarang punya identitas, bikin asal-asalan aja," pungkas mantan pekerja OCI.

Sementara itu, pihak Taman Safari Indonesia diwakili oleh Direktur Utama, Aswin Sumampau, menuturkan, kasus yang terjadi sudah cukup lama di tahun 1997.

"Saya sebagai Direktur Utama Taman Safari, menghadiri rapat ini Pak. Terus terang, ini case yang sudah cukup lama dari tahun 1997 ya Pak," ungkapnya.

Aswin mengungkapkan, mengenal orang-orang yang hadir di pertemuan tersebut.

"Dan, untuk informasi kita semua. Yang pertama ini, saya terus terang . Orang-orang yang di depan ini, saya kenal secara pribadi," sebutnya.

Aswin menyebutkan, tidak menemukan nama-nama mantan pekerja OCI di bagian kepegawaian TSI.

"Dari awal kasus ini dimulai, dari somasi di akhir tahun lalu. Kami tidak menemukan nama-nama yang ada di depan saya ini, di kekaryawanan Taman Safari.

"Tidak pernah ada Pak, dari tahun 1981 sampai sekarang. Oleh karena itu, legal kami tidak bisa berproses Pak," ujarnya

Aswin menjelaskan, pihak Taman Safari telah menyerahkan kasus ini kepada pihak OCI.

"Nah, kami serahkan, karena ini sebenarnya case kepada OCI Pak. Kami serahkan kepada keluarga Pak, pada waktu itu," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Aswin menerangkan, baru pertama kali bertemu kuasa hukum dari keluarga.

"Pertama kali saya ketemu, terus terang. Salam kenal," ucapnya.

Aswin kembali menegaskan, mantan pekerja OCI yang bertemu dengannya tidak berstatus sebagai karyawan Taman Safari.

"Dan hari ini, untuk lebih jelasnya. Tidak pernah kakak-kakak yang ada di sini, Ci Vivi dan yang saya kenal di depan saya ini, sebagai karyawan Taman Safari, itu tidak pernah.

"Oleh karena itu, kami tidak bisa memproses ini lebih lanjut Pak," tambahnya.

Selanjutnya, Aswin menyerahkan kepada kuasa hukum Taman Safari.

"Saya serahkan kepada kuasa hukum Taman Safari yang lebih mengerti secara hukum, undang-undang dan sebagainya," tutupnya.

 

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #taman safari #OCI #gubernur jawa barat