RADAR BOGOR - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) basah di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, tepatnya di depan Ramayana mulai direlokasi pada Jumat (02/05/2025).
Direktur Operasional (Dirops) Perumda Pasar Tohaga, Haris Ibrahim menjelaskan, penataan PKL di Pasar Cibinong, depan Ramayana ke tempat relokasi di Cikema Fly Over Cibinong akan mulai dilakukan.
"Pedagang pada sepakat dipindahin ke Cikema. Penataan jumat sudah mulai. Intinya untuk di Cibinong ini penggeseran PKL kan memang kalo di pasar kita basahan sudah ga mumpuni, penuh. Adanya lahan kering. Jadi lahan basahan ini mau kita oper ke Cikema. Itu arahan pak Camat tadi," kata Haris kepada Radar Bogor, Rabu (30/04/2025).
Sebelum melakukan penataan, kata dia, pihaknya bersama Pol PP Kabupaten Bogor akan mendata sejumlah pedagang agar terakomodir dengan baik ketika dipindahkan ke Cikema.
"Detail nya berapa sih, by name by Andreas baik komoditinya berapa? Kalo sekarang gambaran kasar 93. Tapi detail nya orang mana dagang apa belum ada. Diluar kaki pima di depan Ramayana," jelas dia.
"Kita ikut Satpol PP sosialisasi nanti standar datanya pake standar kita. Jadi ada nama, KTP, komoditas apa, karna penting jadi masuk Cikema sudah jelas," sambung dia.
Adapun, kata dia, pedagang basah yang akan direlokasi itu seperti pedagang sayuran, daging dan lainnya.
"Pedagang basah jadi cabe, sayur, buah, ikan yang paling banyak sayur, ayam," tutur dia.
Sementara itu, Camat Cibinong Acep Sajidin menekankan kepada Dinas terkait setelah dilakukan penataan PKL di depan Ramayana, agar dibangun fasilitas umum seperti taman.
"Saya menekankan ke Dinas terkait misalnya DPKPP yang sekarang dipake PKL itu nanti bangun taman, terus pinggirnya di pagar," ungkap dia.
Karena, kata dia, apabila ketika tempat tersebut tidak digunakan fasilitas berupa taman, maka akan ada kemungkinan PKL yang telah direlokasi bisa kembali.
"Sehingga nanti (maaf) para pedagang itu ada niat dan kesempatan. Makanya perlu kebersamaan dari Stakeholder," ujar dia.
Oleh karena itu, kata dia, sarana fasilitas umum tersebut perlu dibangun. Selain untuk mencegah PKL kembali, juga untuk tempat bermain masyarakat.
"Kita minta ditindak lanjuti kalo ditindak lanjuti, niat pengen balik lagi ternyata masih seperti dulu datang lagi," pungkasnya.(rp2)
Editor : Alpin.