Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

RSUD Leuwiliang Bogor Dorong Budaya ASI Eksklusif Melalui Edukasi Langsung kepada Pasien

Eka Rahmawati • Jumat, 2 Mei 2025 | 07:29 WIB
RSUD Leuwiliang memberikan edukasi kepada pasien dan mendorong budaya ASI eksklusif.
RSUD Leuwiliang memberikan edukasi kepada pasien dan mendorong budaya ASI eksklusif.

RADAR BOGOR - RSUD Leuwiliang di Kabupaten Bogor terus menunjukkan komitmennya mendukung kesehatan ibu dan bayi salah satunya melalui kampanye pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Kampanye yang gencar dilakukan RSUD Leuwiliang tidak hanya menjadi bagian dari edukasi rutin, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai unit pelayanan rumah sakit.

RSUD Leuwiliang aktif menyelenggarakan penyuluhan dan edukasi langsung kepada pasien dan keluarga melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Promkes).

Kegiatan berlangsung di ruang rawat inap Anyelir yang khusus menangani ibu pasca persalinan, ruang Perina dan NICU yang menangani bayi baru lahir dan bayi sakit serta di area rawat jalan.

Penyuluhan dilakukan oleh tim Promkes dan berkolaborasi dengan perawat dan bidan secara terjadwal dan berkelanjutan.

Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, menjelaskan kebijakan rumah sakit didasarkan pada standar nasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

“Kebijakan promosi ASI eksklusif ini merupakan penjabaran teknis dari salah satu poin dalam sepuluh langkah perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna, sebagaimana tertuang dalam Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi dari Kemenkes RI Tahun 2012,” ujar dr. Vitrie.

RSUD Leuwiliang juga berupaya memperkuat pelaksanaan di lapangan dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Direktur sebagai dasar operasional seluruh tenaga kesehatan dalam mengedukasi, mendampingi, dan mendorong para ibu untuk memberikan ASI eksklusif.

Langkah rumah sakit yang berlokasi di Jalan Raya Cibeber Nomor I, Cibeber I, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor itu untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan secara terstruktur dan sesuai dengan panduan medis yang berlaku.

Salah satu keluarga pasien di ruang Perina, Yanti mengungkapkan bayinya sedang menjalani perawatan karena lahir prematur dan sangat terbantu dengan edukasi yang diberikan oleh tim RSUD Leuwiliang.

Baca Juga: Gandeng Jamkeswatch Bogor Raya, RSUD Leuwiliang Bahas Peningkatan Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat

“Awalnya saya sempat bingung dan ingin memberikan susu tambahan, tapi setelah dijelaskan oleh perawat dan bidan, saya jadi paham bahwa ASI sangat penting untuk daya tahan tubuh dan pemulihan bayi saya, sekarang saya lebih semangat memerah ASI meski anak saya masih dirawat di inkubator,” kata Yanti.

Pemberian ASI eksklusif terbukti memberikan banyak manfaat, termasuk memperkuat sistem imun bayi, mengurangi risiko infeksi, serta mendukung perkembangan otak, oleh karena itu, seluruh tenaga medis di RSUD Leuwiliang didorong menjadi agen promosi ASI dalam setiap kesempatan berinteraksi dengan pasien.

Dengan semangat kolaboratif antara manajemen, tenaga kesehatan, dan keluarga pasien, RSUD Leuwiliang berharap budaya menyusui terus tumbuh dan menjadi kebiasaan sehat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #RSUD Leuwiliang #asi