Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Cuma Normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas, Warga Bojongkulur Bogor Minta Pemilik Perumahan Lakukan Tobat Ekologi

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 4 Mei 2025 | 22:13 WIB
Ribuan warga Desa Bojongkulur, turun ke jalan dan meminta agar normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas bisa dipercepat, Minggu (4/5/2025).
Ribuan warga Desa Bojongkulur, turun ke jalan dan meminta agar normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas bisa dipercepat, Minggu (4/5/2025).

RADAR BOGOR - Ribuan warga Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, sudah tidak kuasa lagi menahan amarahnya.

Warga Desa Bojongkulur menilai pemerintah lambat mengatasi persolan banjir yang kerap melanda wilayahnya.

Mereka baru saja melaksanakan aksi damai, menuntut pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas, Minggu (4/5/2025).

Tidak hanya itu, dalam aksinya itu warga Desa Bojongkulur juga meminta para pemilik perumahan di kawasan hulu sungai segera melakukan tobat ekologi.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, menjelaskan tobat ekologi adalah gerakan mengembalikan lahan resapan air yang telah hilang, karena masifnya pembangunan perumahan.

“Misalnya saat pembangunan, mereka telah mengambil resapan air 100 ribu liter, maka mereka harus mencari lahan lain yang bisa menjadi folder atau kolam retensi yang kapasitasnya sama dengan lahan yang diambil,” tegas Puarman.

Puarman menjelaskan minimnya daerah resapan air di kawasan hulu sungai, menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir besar yang kerap melanda wilayah Bojongkulur.

Padahal menurutnya, sebelum massifnya pembangunan perumahan atau tempat wisata, air yang mengalir ke wilayahnya hanya 20 persen, sisanya berhasil diserap oleh tanah.

“Tapi kalau sekarang sebaliknya, 80 persen mengalir ke hilir dan hanya 20 persen yang terserap. Itu karena masifnya pembangunan di kawasan hulu sungai, misalnya di Sentul dan di Puncak,” beber Puarman.

Oleh karenanya, Puarman meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk berani menbambil langkah tegas.

Tertibkan bangunan yang sebelumnya berperan sebgai lahan konservasi atau resapan air.

“Tidak ada pilih kasih dan tebang pilih. Itu harus sama rata, segera reduksi air dari hulu, dengan pembuatan folder atau orang bilang embung,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#Normalisasi Sungai Cileungsi #Bojongkulur #kabupaten bogor