Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sedimentasi Sungai Sebabkan Banjir di Rumpin Bogor, Camat Minta Perusahaan Tambang Ikut Bertanggung Jawab

Septi Nulawam Harahap • Senin, 5 Mei 2025 | 18:55 WIB
Banjir merendam belasan rumah di Kampung Jatinunggal, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Banjir merendam belasan rumah di Kampung Jatinunggal, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Perusahaan tambang diminta bertanggung jawab terhadap peristiwa banjir yang merendam belasan rumah di Kampung Jatinunggal, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Dalam musyawarah yang digelar pemerintah Kecamatan Rumpin, sejumlah perwakilan perusahaan hadir dan berjanji terlibat dalam penanganan pencegahan banjir di kawasan tersebut.

Camat Rumpin, Icang Aliudin menuturkan, banjir yang terjadi di Kampung Jatinunggal disebabkan sedimentasi Sungai Cibunar dan Cimahiwal imbas aktivitas tambang.

"Sedimentasi lumpur dari aktivitas galian tambang sehingga air sungai meluap. Sehingga harus ada normalisasi atau pengerukan sungai," ungkapnya dalam musyawarah tersebut, Senin (5/5/2025).

Untuk itu, lanjut Icang, dia meminta perusahaan tambang yang berada di wilayah Rumpin untuk turut terlibat dalam upaya normalisasi sungai tersebut.

Upaya normalisasi dimulai dengan melakukan kajian lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan anggaran dan menunggu kepastian dari manajemen para perusahaan tambang.

Dari hasil musyawarah tersebut, sejumlah perusahaan sepakat untuk terlibat dalam normalisasi sungai sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Ada empat perwakilan perusahaan tambang yang hadir, mereka tentu harus lapor dulu ke pimpinan perusahaan masing - masing. Namun kami tegaskan bahwa normalisasi sungai harus dilaksanakan," tegas Icang.

Sementara itu, Kepala Desa Cipinang, Mad Hasan menyatakan kesiapannya untuk bersama-sama dengan perusahaan tambang menormalisasi Sungai Cibunar dan Cimahiwal yang melintas di Kampung Jatinunggal.

"Sementara baru ada empat perusahaan tambang yang datang untuk duduk musyawarah bersama menangani banjir.

Karena memang harus ada normalisasi atau pengerukan sungai agar banjir tidak terulang kembali," tukasnya.(cok)

Editor : Alpin.
#rumpin #penyebab banjir #perusahaan tambang