RADAR BOGOR - Usai dilanda banjir, ratusan warga Kampung Jatinunggal, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, kini kesulitan air bersih.
Sebelumnya pada Senin (5/5/2025) malam, banjir kembali melanda wilayah Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin akibat meluapnya aliran Sungai Cibunar.
Meluapnya sungai tersebut akibat sedimentasi imbas aktivitas tambang yang tersebar di Kecamatan Rumpin.
BPBD Kabupaten Bogor pun telah mendistribuskan bantuan air bersih ke Kampung Jatinunggal pasca kejadian.
"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi, aliran Kali Cibunar meluap, yang mengakibatkan banjir di wilayah tersebut," ujar Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, Selasa (6/5).
Sementara banjir tersebut, kata dia, menyebabkan sumber mata air bersih yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari menjadi keruh.
Karena itu, pihaknya segera mengirimkan bantuan air bersih ke warga terdampak.
BPBD mencatat, sebanyak 38 KK dengan total 171 jiwa di Kampung Jatinunggal, Desa Cipinang RT 01/06 yang mengalami kesulitan air bersih.
"Total volume pengiriman air bersih 10 ribu liter air bersih kepada warga terdampak," jelas Jalaludin.
Menurutnya, bantuan air bersih ini merupakan penanganan sementara pasca banjir di wilayah tersebut. Namun diperlukan penanganan lebih lanjut dari pihak terkait guna mencegah banjir yang berulang.
Sebelumnya, warga Kampung Jatinunggal, Desa Cipinang, Rumpin kembali kebanjiran.
Sedimentasi Sungai Cibunar dan Cimahiwal dampak aktivitas tambang menyebabkan air meluap ke pemukiman.
Padahal pada Senin (5/5), Pemerintah Kecamatan Rumpin bersama Pemerintah Desa Cipinang menggelar musyawarah membahas penanganan banjir di kawasan tersebut.
"Baru saja dimusyawarahkan, sudah banjir lagi," ungkap Kepala Desa Cipinang, Mad Hasan saat dikonfirmasi.
Menurutnya, banjir di Kampung Jatinunggal harus segera diatasi.
Pasalnya, dua aliran sungai yang melintas di kampung tersebut sudah dalam kondisi mengkhawatirkan.
"Memang kan harus ada pengerukan, karena sungainya tersumbat lumpur. Bahkan menjadi daratan," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.